oleh

Dalam 3 Bulan,Dana Asing Masuk Indonesia Rp 109 Triliun

OKEBUNG|
Bank Indonesia (BI)mencatat, aliran masuk modal investasi portofolio meningkat signifikan.Hal itu terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan moderasi ekonomi domestik, Transaksi Modal dan Finansial (TMF) kuartal I-2015 tetap surplus sebesar US$ 5,9 miliar.

Bank Indonesia (BI) Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia (BI) Endy Dwi Tjahjono mengatakan, aliran masuk modal investasi portofolio kuartal I-2015 tercatat sebesar US$ 8,4 miliar (Rp 109 triliun), jauh melampaui aliran masuk pada periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat US$ 62 juta.

“Ini masalah sentimen, lebih banyak portofolio membaik. Appetite investor asing tidak hanya didorong PDB saja, Desember banyak outflow, Januari-Februari masuk lagi, Maret keluar lagi, ya begitu,” ujarnya saat konferensi pers di Gedung BI, Thamrin, Jakarta,baru-baru ini.

Dijelaskannya, peningkatan inflow tersebut ditopang oleh penerbitan global bonds pemerintah dan derasnya net pembelian SUN dan saham oleh investor asing, khususnya pada periode Januari-Februari 2015.

Sementara itu, aliran masuk modal investasi lainnya pada kuartal I-2015 mencatat defisit US$ 5,3 miliar, berbalik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat surplus US$ 4,1 miliar.

Di samping melambatnya penarikan pinjaman luar negeri swasta seiring moderasi perekonomian domestik, defisit tersebut disebabkan pula oleh naiknya penempatan swasta di luar negeri.

“Jadi rekening bank, rekening perusahaan Indonesia yang ada di luar negeri jumlahnya meningkat sehingga tadinya surplus menjadi minus US$ 5,3 miliar,” jelas dia.

Secara umum, indikator kerentanan eksternal masih berada di wilayah normal, bahkan transaksi berjalan atau CA/GDP bergerak membaik karena menyusutnya defisit transaksi berjalan.

“Indikator kerentanan, CAD membaik, masuk kuning, sebelumnya oranye dan sudah pernah merah, cadev masih kuat, CAD juga membaik jadi banyak berita positif,” katanya.(dtc\net)

Foto|ilustrasi uang\

News Feed