oleh

Curi 8 Butir Telur,Anak Tuna Wicara Diikat Dan Dicambuk Guru SMP

OKEBUNG|
Penyiksaan yang dilakukan oleh Runggut Br Bangun (50) warga Jalan Urung Utama Bandar Baru Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang,Provinsi Sumatera Utara terhadap Juan Alberto (14) hingga babak belur membuat Ketua Pokja Perlindungan Anak KPAID Sumut, Muslim Harahap sangat prihatin dan mengatakan bahwa pelaku dapat dikenakan pemberatan hukuman dengan pasal berlapis.

  • “Terkait kasus penganiayaan yang dilakukan Guru ini, petugas pihak kepolisian dapat menerapkan pasal berlapis, yaitu pasal 80 Undang -Undang RI No.35 tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang N0.4 Tahun 1998 tentang perlindungan anak cacat,” ujar Ketua Pokja Perlindungan Anak KPAID Sumut, Muslim Harahap, Senin (04/05/2015) sore.

    Selain itu, Muslim menambahkan bahwa seharusnya kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. 

    “Dia sebagai guru seharusnya dapat melindungi anak-anak, bagaimana dia terhadap anak didiknya, kita menghimbau agar pihak kepolisian menegakkan hukum sebagai bentuk efek jera,” jelasnya.

    Muslim menjelaskan, pihaknya siap menerima pengaduan korban ke KPAID Sumut.

    “Untuk anak yang menyandang cacat, kita juga menyiapkan penerjemah bahasa isyarat, korban memang seharusnya didampingi,” jelasnya. 

    Terpisah, ibu korban, Saurma Dameriani Pasaribu mengatakan bahwa menurut keterangan anaknya, saat ketahuan mencuri 8 butir telur itu, anaknya sudah memohon ampun dan mengembalikan telur tersebut. Namun, dengan teganya, pelaku mengikat dan mencambuk anaknya.

    “Dicambuknya anak saya pakai Tali tambang buat ngikat Kambing, abis itu selama 10 jam gak dikasih makannya anak saya, padahal saya sudah memohon kepada Bibi itu (Runggut) akan membayar 8 butir telur itu,” ujarnya sambil meneteskan air mata.

    Dame berharap agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku dan dihukum sesuai hukum yang berlaku. 

    Diberitakan sebelumnya, Hanya karena mencuri 8 butir telor dari kandang ayam, Ranggut Bangun (50) warga Jalan Urung Utama Bandar Baru Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang yang merupakan Guru SMP Negeri Sikeben tega mengikat dan mencambuk Juan Alberto (14) hingga babak belur. 

    Akibat dari tindakan brutal sang guru tersebut, korban menjadi trauma dan ketakutan berjumpa dengan orang. Ironisnya lagi, selain korban sudah dikenal pelaku, korban juga merupakan anak tuna wicara, Kamis (30/04/2015) pagi.

    Tak terima anaknya dianiaya hingga mengalami luka disekujur tubuhnya, Saurma Dameriani Pasaribu (44) warga Dusun II Desa Sikeben Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang yang merupakan ibu korban (Juan Alberto) melaporkan kasus ini ke Mapolresta Medan dengan Nomor :STTLP /1094/ K/V/2015/SPKT Resta Medan. [fr]

    Foto|ilustrasi

  • News Feed