oleh

Cegah Karhutla,Pangdam I/BB : Utamakan Sosialisasi kepada Masyarakat Agar Tidak Buka Lahan dengan Cara Membakar

-Kodam I/BB-14.195 views

OKEBUNG|
Pangdam I/BB, Mayjen TNI MS Fadhilah, menyambut kedatangan Panglima TNI
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Idham Azis,ke Pekanbaru, Riau.

Kunjungan kerja Panglima TNI dan Kapolri menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara jenis Boeing 737, rombongan berangkat dari Base Ops, Halim Perdanakusuma, Jakarta dan mendarat di Landasan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin.

Kehadiran Panglima TNI dan Kapolri dalam rangka melakukan pengecekan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau. Setelah tiba kemudian rombongan bergerak dari Lanud Roesmin Nurjadin menuju ke posko relawan karhutla Provinsi Riau. Relawan Karhutla itu terdiri dari beberapa unsur seperti Tagana, SAR, ormas-ormas serta asosiasi para pengusaha kelapa sawit.

Posko terpadu tersebut dipergunakan Untuk memantau Ataupun mengakses perkembangan karhutla terupdate, Posko terpadu ini juga Yang nantinya juga Akan dijadikan Contoh terhadap Daerah-daerah lainnya.

Mulai bulan Februari 2020 ini provinsi Riau sudah mulai menghadapi musim kemarau ekstrim dengan durasi yang lebih panjang

Panglima TNI dan Kapolri beserta rombongan ingin mengecek langsung kesiapan pemerintah daerah khususnya provinsi Riau dalam menghadapi hal-hal yang akan terjadi nantinya.ucap Panglima TNI

Usai meninjau posko terpadu Karhutla, Kapolri dan Panglima TNI akan melakukan rapat koordinasi (Rakor) bersama Gubernur Riau dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) terkait bagaimana teori hinga teknis penanganan Karhutla secara tertutup.

Pada kesempatan tersebut, Danrem 031/Wira Bima, Brigjen TNI Mohammad Fadjar, MPICT, memaparkan terkait Karhutla teraktual di Provinsi Riau.

Dalam laporannya Danrem 031/WB menyebutkan bahwa sudah dua hari terakhir ini tidak ditemukan titik api di wilayah Provinsi Riau.

Selain itu, Danrem juga melaporkan bahwa saat ini Provinsi Riau telah ditetapkan dalam status Siaga Karhutla oleh Gubernur Riau.

Penetapan status ini berdasarkan kondisi yang ada, bahwa Karhutla di Riau telah terpantau sejak awal 2020. Sedikitnya seluas 271 ribu hektar lahan ludes terbakar, dengan jumlah titik panas di atas 70 persen mencapai 59 titik.

Akibatnya sebanyak tiga daerah melaksanakan penetapan status siaga darurat Karhutla. Penetapan status siaga dari tiga daerah itu memenuhi syarat Riau untuk menetapkan status siaga darurat Karhutla untuk tingkat provinsi.

“Perkiraan musim kemarau akan terjadi pada akhir Januari hingga Maret. Periode kedua berlangsung mulai Juni hingga September. Dengan penetapan status siaga darurat Karhutla, maka pemerintah pusat dapat mengirimkan pesawat pemadam kebakaran dan helikopter untuk water bombing,” jelas Danrem.

Sementara itu, Pangdam I/BB mengaku memberi atensi khusus terkait penanganan dan pencegahan Karhutla yang dilakukan Korem 031/WB dan jajarannya.

“Untuk mencegah terjadinya Karhutla apalagi akan memasuki musim kemarau ini, saya perintahkan agar setiap muncul satu titik api (hotspot) segera dipadamkan. Jangan sampai menjalar jadi dua, tiga dan seterusnya,” tegas Mayjen Fadhilah.

Pangdam juga menekankan pentingnya tindakan pencegahan dengan mengutamakan sosialisasi kepada masyarakat, komunitas maupun korporasi.

“Tingkatkan volume dan intensitas sosialisasi, sehingga masyarakat semakin sadar untuk tidak melakukan pembukaan lahan ataupun kebun dengan cara membakar,” pesan Mayjen TNI MS Fadhilah.

Turut hadir di acara, antara lain para Asisten Kasdam I/BB, Kapendam I/BB dan para Kasi Korem 031/WB serta para Dandim jajaran Korem 031/WB. (Red)

News Feed