oleh

Catatan Komnas PA, 2000 Bayi Indonesia Dimanfaatkan Untuk Pengemis

Foto ilustrasi

* Wahyu: Bukan hanya melanggar PD No. 8 Tahun 2007 Tentang Tibum juga UU PA No. 23 tahun 2002 dengan sanksi 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp200.000.000.


Buanapos-jakarta
, Ekploitasi anak dibawa umur dan bayi akhir-akhir ini marak dilakukan para pengemis ibukota. Akibatnya membuat banyak pihak mendesak agar Pemprov DKI Jakarta menggelar razia. Menyikapi hal ini, operasi besar-besaran segera digelar Pemprov DKI Jakarta.

Menanggapi permasalahan itu,Kamis, (24/03/2016), petugas Polres Reskrim Jakarta Selatan melakukan penangkapan terhadap,NH ( 43) dan I (35) yang mengekploitasi anak-anak di bawah umur menjadi pengemis, termasuk disewakan alias dirental.

Selain itu petugas polisi juga menangkap SM (18 )dan pacarnya yang diduga menyewakan bayi Rp200 ribu per hari. Dari pengakuan dua tersangka bayi yang digendong dan diajak mengemis diberi obat penenang agar tidak rewel.

Menurut Wakasatpol PP, Yani Wahyu Purwoko, aksi mereka bukan hanya melanggar Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2007 Tentang Ketertiban Umum (Tibum) namun juga melanggar UU Perlindungan Anak No. 23 tahun 2002 dengan sanksi pidana penjara paling lama 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp200.000.000.

“Kami akan koordinasi dengan kepolisian. Karena bukan hanya terkait masalah kenyamanan dan keamanan kota. Namun ulah mereka juga telah mengarah pidana,” tegas Yani, Sabtu (26/03/2016).

Tak hanya itu,peningkatan pengamanan akan dilakukan di lokasi rawan kejahatan jalanan di pintu-pintu masuk Jakarta, seperti terminal dan stasiun. Razia juga bertujuan mempersempit ruang gerak dari pelaku penculikan yang akan mengekploitasi anak.

Lebih lanjut Yani menyatakan, sedikitnya 1.700 personel pengawal Perda tersebut dikerahkan untu menyisir keberadaan kelompok PMKS ini. Beberapa titik rawan yang telah dipetakan telah menjadi target sasaran.

Seperti di Simpang Lima Senen, perempatan Harmoni, Jakarta Pusat, perempatan Bulungan, Jakarta Selatan, perempatan Matraman, Jakarta Timur, perempatan Grogol, Jakarta Barat.

# 2.000 BAYI #

Perkiraan Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), saat ini tercatat sebanyak 2.000 bayi dimanfaatkan untuk mengemis. Para pengemis mengaku menyewa balita tersebut untuk menarik rasa iba dari para penderma. Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait, menyatakan pengemis yang beroperasi di ibukota terbagi daalm dua kategori.

“Pertama, mereka yang mengemis karena kebutuhan ekonomi dan kedua mereka yang mengemis akibat adanya sindikat dalam menyewakan anak,” katanya.(pkt/net) ( ry)

News Feed