oleh

Cabuli Belasan Bocah, Guru Ponpes Diamankan Polisi

BOGOR-OKB|
Aksi pencabulan terhadap siswa pelajar di Indonesia yang dilakukan guru pengajar akhir-akhir ini kerap terjadi.Belum tuntas permasalahan pencabulan di Perguruan JIS,kini muncul lagi kasus yang serupa.

Kali ini,sebanyak empat belas anak menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru agama. Pelaku diduga MAF (28) yang merupakan guru di satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Desa Wargajaya,  Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,  kini dimintai keterangan.

MAF berurusan dengan hukum, atas laporan satu dari  keluarga belasan korban.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Didik Purwanto, mengaku, satu bocah mengalami pelecehan seksual, saat menginap. Kejadian pada Kamis (31/07/2014),sekitar pukul 23:00 WIB malam ini, awalnya pelaku meminta korban untuk memijati badannya. Usai dipijit, MAF membujuk korban agar mau tidur bersama di kamarnya.

Korban yang tidak curiga menuruti permintaan ini. Apalagi pelaku yang dikenal korban adalah guru agama. Korban baru sadar diperlakukan tidak senonoh. “Korban tidak suka dan melawan. Pelaku mengancam hingga Korban ketakutan,”ujar AKP Didik Senin (04/08/2014)seperti dilansir poskotanews.com.

Berselang beberapa hari dari kejadian ini, orangtua korban curiga. Perilaku sang anak yang tidak seperti biasa, lalu ditanyakan. “Beberapa kali ditanya, korban diam. Setelah dipaksa, baru sang anak bercerita. Karena menyebut nama MAF sebagai pelaku, maka orangtuanya lapor polisi. Petugas Polsek Cigudeg lalu menangkap pelaku,”papar Didik.

Menurut AKP Didik, setidaknya hingga Minggu (03/08/2014) sudah 13 anak lainnya didampingi keluarganya melapor hal yang sama dengan pelaku yang sama ke kantor polisi.
“Semua korban, kini dimintai keterangan di bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor. Semua korban juga sudah dilakukan visum di Puskesmas Cigudeg.Hasil medis sementara, tidak ditemukan luka dikemaluan dan dubur korban,”papar Didik.

Keterangan sementara dari pengakuan pelaku, semua korban mendapatkan perlakuan pencabulan dalam kurun waktu berlainan yang sudah berlangsung beberapa bulan terakhir.

“Pelaku mengaku, aksinya atas semua korban, berlangsung dalam ponpes,”ungkapnya.

Menurut informasi, pelaku pencabulan MAF juga melakukan hal yang sama di daerah lain di luar Ponpes. Diperkirakan aksi pelaku dengan korban di luar Ponpes, lebih dari 20 anak.

Menanggapi kasus ini,Yan Edward, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Realita Principle Recht, yang mendampingi para korban di kantor polisi mengungkapkan, pihaknya terus mencari korban lain yang belum melapor. “Kami masih data anak-anak di Desa Wargajaya. Kami duga korban masih banyak. Perbuatan MAF sudah di luar batas,”kata Yan Edward.

Pendataan dilakukan pihaknya, lanjut Edward, karena ada sebagian orang tua enggan melaporkan karena merasa malu. “Orangtua yang anaknya jadi korban pelecehan seksual enggan lapor karena memandang MAF adalah tokoh agama. Ada rasa sungkan,”bebernya.

Data di LBH, sekitar tahun 2003 lalu, pelaku MAF pernah melakukan pencabulan terhadap anak di Desa Kalong, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. “Akibat perbuatannya, ia diusir dari desa itu. Warga saat itu tidak melapor ke Polisi,”tandas Edward.

Atas perbuatan berulang dengan pelaku yang sama, LBH meminta Pemkab Bogor dan Komisi Perllindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk memberikan pendampingan terkait Phisikologi anak-anak yang korban pencabulan pelaku. “Semua korban yang masih di bawah umur, trauma. Keterangan mereka ke penyidik masih belum utuh karena rasa trauma,”paparnya.(Admin/Net)
Foto:ilustrasi/net/

News Feed