oleh

Buruh Bangunan di Malaysia Terima Upah 3 Kali Lipat daripada di Indonesia

OKEBUNG|
Saat ini banyak pekerja konstruksi atau ahli bangunan asal Indonesia yang mengadu nasib di Malaysia. Alasannya karena upah yang diterima di Negeri Jiran jauh lebih besar hingga 3 kali lipat daripada di Indonesia.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Hediyanto W Husaini menyebutkan, salah satu faktor yang mempengaruhi bayaran buruh konstruksi adalah pendapatan per kapita. Di Malaysia, per hari, buruh mendapatkan bayaran Rp 200.000-300.000 per hari.

“Apalagi kalau sudah ada sertifikat, itu bisa lebih tinggi lagi,” kata Hediyanto dalam rapat Koordinasi Jasa Konstruksi di Hotel Peninsula, Jakarta Barat, Jumat (19/9/2014).

Dibandingkan dengan Indonesia, lanjut Hediyanto, negara tetangga seperti Malaysia masih unggul dalam hal tingkat upah buruh konstruksi. Di Indonesia, buruh konstruksi rata-rata hanya dibayar Rp 100.000 per hari.

“Kalau di sana nggak jauh lebih tinggi, nggak mungkin mereka mau ninggalin keluarga,” tambahnya.

Hingga saat ini, data dari Kementerian Pekerjaan Umum, ada sekitar 700.000 orang buruh dan ahli konstruksi yang bekerja di Malaysia.

“Yang terdaftar itu 250.000 orang. Termasuk yang liar itu jadi 700.000 orang. Yang liar-liar ini juga akan kita bereskan (disertifikasi),” ujarnya.(dtc)

News Feed