oleh

Bupati Sergai: Konten Unggulan Lokal dari Desa Harus Dikembangkan dan Direplikasi


TALK SHOW : Bupati Serdang Bedagai tengah mengisi acara talkshow interaktif di salah satu radio di Medan, Senin (28/3). (Photo : Doc. BP- WR)

Buanapos-Sei Rampah, Menyadari banyaknya potensi dari desa yang dapat dikembangkan khususnya dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan kewirausahaan desa menjadi salah satu strategi yang dianggap jitu dalam mengembangkan perekenomian yang dimulai dari desa kedepannya. Pamong Desa harus turun dan menemukan cerita sukses para wira usaha desa dan melakukan replikasi kepada desanya baik dari sisi sumber daya manusianya maupun komoditi yang digunakan sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di daerah.

Hal ini diungkapkan Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman melalui Kabag Humas Dra. Indah Dwi Kumala usai melakukan live interactive talkshow yang bertajuk “Desa Membangun Indonesia” bersama di salah satu radio swasta di Jl. Uskup Agung Medan.

Lebih lanjut disampaikan Bupati H. Soekirman bahwa potensi lokal dari desa di Sergai seperti kecambah sawitnya sudah menjadi komoditi ekspor sampai ke negara-negara lainnya. Demikian halnya dengan sumber daya manusia dari Sergai tidak hanya menjawab tantangan bagi era Masyarakat Ekonomi Asia (MEA) bahkan sudah ke luar benua dipekerjakan sebagai tenaga ahli di bidang pengolahan kelapa sawit. Keberhasilan (Succes Story) yang demikian diharapkan dapat terus direplikasi ke desa lainnya sehingga UMKM desa yang dikelola dengan baik akan berkembang dan menjadi BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

Aspek penguasaan teknologi informasi dan pengaplikasiannya di desa menurut Bupati Soekirman juga menjadi sebuah motor penggerak yang akan membawa UMKM di desa dapat dikenal dan dipasarkan secara meluas. Pemanfaatan teknologi informasi melalui Sistem Informasi Desa (SID) yang dikelola oleh warga desa merupakan salah satu bentuk partisipasi masyarakat selaku subjek pembangunan. Sampai saat ini sudah ada 5 desa yang memiliki SID dan keberadaan SID tersebut telah membantu dalam menyebarluaskan produk lokal desa kepada pasar yang lebih luas sehingga akan mendukung pengembangan sektor UMKM dan BUMdes di Sergai.

Terkait sms interaktif dari warga perihal ADD, Bupati Soekirman menjelaskan bahwasanya sesuai PP No. 72 tahun 2005 Tentang Desa bahwa semua desa sudah punya nomor rekening sendiri dan dana langsung dikirimkan kepada rekening desa masing-masing sehingga akuntabilitasnya dapat ditelusuri secara lebih mudah. Hal ini juga mendukung prinsip kemandirian keuangan desa seperti yang diamanatkan UU desa yang berlaku saat ini.

Menurut Soekirman, target pihaknya atas realisasi ADD bukan semata masalah besar serapan anggaran, tapi bagaimana mendorong partisipasi masyarakat, karena seyogiyanya implementasi dari UU Desa yang ada saat ini tidak hanya mengatur pemanfaatan dana desa dan pemberdayaan masyarakat desa, namun bagaimana melibatkan masyarakat desa sebagai subjek pembangunan. Karenanya, untuk pelaksanaan ADD diupayakan agar Kades, BPD dan LKMD untuk bersinergi dengan masyarakat.

Menutup pembicaraannya, Bupati Sergai Soekirman mengungkapkan bahwa Pemkab Sergai mengajak seluruh masyarakat mulai dari desa untuk terus berperan serta aktif dalam pembangunan mulai dari desa khususnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif khususnya dalam Era MEA seperti saat ini. (Ramadhan)

News Feed