oleh

BNNP Sumut Bekuk Jaringan Narkoba Medan-Bandung, 5 Kg Sabu Disita

Buanapos-Medan, Jaringan sindikat peredaran narkoba di Indonesia sepertinya tak ada henti- hentinya bermain dalam dunia kartel.Buktinya,meskipun sudah banyak yang ditangkapi ternyata tidak membuat efek jera juga bagi sindikat kartel lainnya.Kali ini,5 kilogram sabu dibungkus dengan aluminium foil disiram kopi berhasil diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Utara bekerjasama dengan Bea dan Cukai, Polresta Medan dan BNN Jawa Barat,Rabu (24/03/2016).

Dari pengungkapan ini,petugas juga mengamankan  Edwin Marsal Alias Edu Alias Dudu (47),warga Bandung,Jawa Barat. Ia  ditangkap saat akan menjemput kargo berisi narkoba jenis sabu itu di terminal kargo bandara.
Kepala BNNP Sumut Brigjen Andi Loedianto ,Kamis (24/3) kepada wartawan mengatakan dari penangkapan ini petugas berhasil mengamankan satu tersangka yang ditangkap di Kantor PT Apollo Kuala Namu oleh Satgas Interdiction Sumatera Utara yang terdiri dari BNN Sumut, Bea Cukai, Polda, dan Polresta.

“Dari tersangka kita sita barang bukti 5 kilogram  sabu,puluhan buku rekening, kartu kredit/debit, identitas tersangka, tiga unit handphone dan satu mobil Toyota Fortune,” jelas Brigjen Andi.
Berdasarkan pengakuan tersangka ,kata Brigjen Pol Andi,tersangka termasuk

pengedar narkoba antar provinsi yakni, Medan-Bandung.” Tersangka sudah  lima kali berhasil mengirimkan sabu, “ujar Andi.

Untuk mengelabui dan menghindari pemeriksaan X- Ray,tersangka membungkus sabu tersebut menggunakan  alumunium foil dimasukkan ke kaleng berisi kopi untuk menghindari pemeriksaan melalui anjing pelacak.

“Jaringan tersangka ini sudah profesional, mereka menggunakan kaleng berisi kopi untuk menghindari pemeriksaan anjing pelacak dan menggunakan lima lapis bungkusan alumunium foil untuk menghindari pemeriksaan X Ray,”sebut Andi.
Hingga saat ini, baru satu tersangka yang berhasil diamankan.Berdasarkan pengakuannya tersangka  bekerja bersama seorang warga Medan yang menetap di Bandung, yang perannya sebagai pemesan barang tersebut. “

Namun, dari penelusuran kita, tersangka sendiri yang menjalankan peran sebagai pemesan barang haram itu,” tambah Brigjen  Andi

Menurutnya bahwa tersangka mengirim barang haram itu dari Medan atas nama orang lain, dan menerima barang haram itu di sana atas namanya sendiri. Dia hanya memanfaatkan jasa kargo untuk pengiriman agar lebih aman. Tapi begitu pun kita tetap mendalami keterangan tersangka,” tuturnya.

Lebih lanjut Andi mengatakan, saat ini BNN masih mendalami keterlibatan tersangka dalam sejumlah jaringan narkoba internasional. BNN juga‎ sedang menyelidiki kemungkinan kasus peredaran narkoba ini ke kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU).“ Kasusnya masih kita kembangkan,sejauh mana tersangka terlibat dalan jaringan narkoba,” pungkasnya.( red)

Foto :ilustrasi.

News Feed