oleh

BI Minta Iuran IMF Jangan Disamakan Dengan Utang 1998

OKEBUNG |
Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa Indonesia tidak mempunyai utang luar negeri (ULN) kepada International Monetary Fund (IMF). Saat ini, Indonesia hanya sekedar membayar iuran wajib anggota.

Direktur Departemen Komunikasi BI, Peter Jacobs, mengatakan pinjaman ke IMF bukan pinjaman dalam artian Indonesia berutang, melainkan iuran ke IMF. Oleh karena itu, dia meminta iuran tersebut tidak disamakan dengan pinjaman Indonesia pada 1998.

“Berbeda dengan pinjaman ketika krisis 1998, utang Indonesia kepada IMF saat itu dilakukan untuk kebutuhan neraca pembayaran yang tergerus akibat krisis,” tutur dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (28/04/2015).

Peter menegaskan, utang Indonesia sewaktu itu mencapai sekira USD9,1 miliar, dan telah dilunasi pada 2006. Utang tersebut telah dilunasi sepenuhnya pada zaman kepemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Utang sewaktu krisis itu memang bisa dilunasi setelah kita punya kemampuan tanpa harus keluar dari keanggotaan. Dan pinjaman tahun 1998 tersebut telah dilunasi seluruhnya pada 2006,” pungkasnya.
(okz\net)
Foto|BI

News Feed