oleh

Berulang kali Terlibat Bisnis Narkoba, Mantan Anggota Polairud Poldasu Dituntut Mati

OKEBUNG|
Mantan personil Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Sumut (Dit Pol Airus) Bripka,Sudiatmoko alias Moko,hanya bisa tertunduk lemas di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (25/11/2014).

Mantan anggota Polri ini tak tak bisa apa-apa ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fattah menuntutnya dengan pidana mati dalam perkara kasus peredaran 2,3 kg sabu.Meskipun ditahan di Lapas Kelas 1 Tanjung Gusta Medan,Moko mampu mengendalikan bisnis narkobanya.

Dalam dakwaannya Moko  dinilai telah melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Meminta agar majelis hakim yang menyidangkan perkara ini menyatakan terdakwa Sudiatmoko alias Moko telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah memproduksi, mengimpor atau mengekspor narkotika bukan tanaman dengan berat 2.300 gram. Meminta kepada majelis hakim menjatuhi terdakwa dengan hukuman mati,” ujar JPU Fattah di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Waspin Simbolon,SH

Usai mendengarkan tuntutan jaksa, Majelis Hakim menunda sidang dan selanjutnya dijadwalkan pekan depan dengan agenda mendengarkan pembelaan (pledoi) terdakwa.

Ketika diwawancarai wartawan terkait tuntutan mati itu,Moko menolak berkomentar,Dia hanya mengarahkan wartawan bertanya kepada penasihat hukumnya. “Bicara sama pengacara saja ” ujarnya sembari berlalu.

Sementara itu,Penasihat hukum Moko,M Arif Lubis, dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, mengaku sangat terkejut mendengar tuntutan pidana mati itu. Alasannya, kliennya sangat kooperatif dan terbuka selama persidangan.

“Kami akan membuat pledoi sebagus-bagusnya agar hukuman klien kami  bisa diringankan dan jangan sampai dihukum mati, karena hal itu sudah melanggar HAM,” sebut PH Mokoo.

Sebagaimana diketahui bahwa kasus terdakwa Moko ini bukan pertama kali,dalam perkara narkoba jaringan internasional. Perkara mantan personel Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Airud) Polda Sumut ini merupakan terpidana dalam  dua kasus narkoba. Dia tertangkap membawa 4,4 kg sabu dari Malaysia dan dihukum 6 tahun penjara pada Tahun 2009.

Begitu menjalani hukuman di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan,Moko kembali terlibat kasus narkoba, yakni pencucian uang hasil penjualan narkoba jaringan Anlie Jusuf alias Mami dan dihukum 8 tahun penjara pada Tahun 2011.

Dengan hukuman itu,ternyata mantan personil polisi ini tidak kapok dan masih menjalankan bisnis itu dari dalam penjara hingga akhirnya kembali ditangkap petugas BNN Provinsi Sumut. (admin)
Foto:Ilustrasi\

News Feed