oleh

Berak Sembarangan, Sidabuke Cekik Median

OKEBUNG|
Hanya karena gara-gara tak senang ditegur buang hajat alias berak sembarangan, Ruklen Sidabuke (59) nekat mencekik Median Nainggolan, tetangganya. Akibatnya,warga Kampung III Tanjung Selamat Nagori Mekar Sari Raya Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun,Sumut itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (28/10/2014).
 

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sanggam Siagian SH, Ruklen melakukan penganiayaan dengan cara mencekik korban, Minggu (3/8) sekira pukul 09.30 wib di areal Afdeling III Tanjung Selamat Kebun Marjandi Nagori Mekar Sari Raya Kecamatan Panei. Awalnya, korban keluar dari rumahnya hendak menuju kolam ikannya di Kampung III berjarak sekitar 20 meter dari rumahnya.
 
Sesampainya disana, Ia melihat air kolam tidak mengalir sehingga mengecek ke bendungan air yang mengairi kolam berjarak 100 meter. Ternyata, Ia melihat terdakwa sedang BAB di bendungan yang dibuatnya. Median pun menegur terdakwa agar tidak BAB di bendungan yang dibuatnya. Tidak terima dengan teguran itu, terdakwa langsung menarik baju korban hingga terjatuh, lalu mencekik lehernya. Setidaknya, akibat perbuatan itu, Jaksa mengancamnya dengan pasal 351 KUHP.
 
Dakwaan Jaksa tersebut diperkuat dengan keterangan saksi korban dan tetangganya Rosida br Gultom. Menurut korban, sebelum dicekik, Ia ditarik hingga terjatuh. Lalu dalam keadaan terlentang, terdakwa datang menindihnya sambil mencekik lehernya.
 
“Ku tegur dia karena jadi rusak bendungan yang kubuat, dijawabnya apa ada aku terganggu. Waktu ku bilang pergilah  biar kuperbaiki bendungannya, dia malah bilanng aku masih warga baru disitu. Trus ku jawab, kenapa rupanya kalau orang baru,” terang saksi korban.
 
Mendapat jawaban itulah membuat emosi terdakwa memuncak hingga melakukan penganiayaan. Tak berapa lama, saksi Rosida br Gultom yang melihat kejadian itu langsung datang dan melerai keduanya. Saat ditanyakan tanggapan atas keterangan saksi, terdakwa membenarkannya.
 
Namun, saat menyampaikan keterangan sebagai terdakwa, Sidabuke malah tidak mengakui perbuatannya telah mencekik korban. Setelah menceritakan kejadian tersebut dengan alur cerita yang berbeda, terdakwa pun meminta maaf kepada korban dihadapan majelis hakim dan pengunjung sidang.
 
Anehnya, saat ditanyakan majelis hakim apa kesalahan yang dilakukannya, terdakwa mengaku salah hanya karena BAB sembarangan bukan karena mencekik.
 
“Kamu tadi minta maaf, mengaku salah kan? Lalu apa kesalahan mu?” tanya majelis hakim yang diketuai Silvianingsih SH.

“Saya salah karena BAB sembarangan pak, kalau mencekik tidak ada. Justru saya yang ditarik dan dipukul, trus kami bergulat di tanah itu. Saya juga teriak minta tolong,” aku terdakwa.
 
Sayangnya, keterangan itu dibantah oleh Rosida br Gultom yang melepaskan terdakwa saat mencekik korban. Setelah beberapa lama didesak hakim, terdakwa akhirnya mengakui penganiayaan yang dilakukannya. (dnanet)
Foto:Ilustrasi

News Feed