oleh

Bentrokan di Madina,Polisi Tetapkan Tiga Tersangka

OKEBUNG|
Pihak Polres Madina telah menetapkan tiga tersangka peristiwa bentrokan yang mengakibatkan tewasnya Ade Nasution. Dan hingga saat ini ketiga tersangka tersebut masih diburu polisi.

“Saat ini Polres Madina telah menetapkan tiga tersangka kerusuhan yang mengakibatkan seorang korban tewas. Namun ketiganya belum tertangkap,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf melalui Kasubbid Penmas, AKBP MP Nainggolan, Kamis (22/01/2015).

Ditanya soal identitas tersangka, Nainggolan tidak bersedia memberitahukannya, karena belum tertangkap. “Jika dipublikasikan, dikhawatirkan tersangka akan kabur semakin jauh. Nanti kalau sudah tertangkap pasti kita beri tahu,” imbuh Nainggolan.

Menurut dia, dipublikasikannya identitas tersangka akan menyulitkan proses penyelidikan. Dia mengimbau ketiga tersangka agar segera menyerahkan diri untuk mengungkap pelaku lainnya.

“Keterangan ketiga tersangka sangat dibutuhkan untuk mengetahui para pelaku lainnya,” kata Nainggolan.
berharap tersangka segera ditangkap.

Disinggung soal kondisi keamanan pascabentrokan warga Desa Maga Pasar dan Maga Lombang, Nainggolan menyatakan sudah aman terkendali. Sekitar 400 lebih personel kepolisian telah disiagakan di sekitar lokasi.

“Kondisinya sudah aman terkendali. Warga juga sudah beraktivitas seperti biasanya. Personel masih kita siagakan,” kata Nainggolan.

Sebelumnya, warga Desa Maga Pasar dan Maga Lombang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terlibat bentrok hingga mengakibatkan seorang warga tewas atas nama Ade Nasution.

Bentrokan itu terjadi berawal dari kelompok Bagas Godang (Desa Maga Lombang) dipimpin Ade Nasution dan Rajab Batubara mendatangi Lopo Saroha (markas anti PT SMGP) di Kelurahan Pasar Maga, Kecamatan Lembah Sorik Marapi dengan membawa parang, menemui Herman Nasution.

Setelah sampai, mereka menanyakan kepada Herman dan masyarakat yang berada di Lopo Saroha, di mana keberadaan Tan Gozali dan Tanhusein berada. Kedua orang tersebut dituduh telah mengadu domba masyarakat pascapencabutan IUP PT SMGP.

Herman Nasution selaku Ketua Forum Sorik Marapi yang menolak keberadaan PT SMGP langsung mengumpulkan masyarakat Kelurahan Pasar Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi dengan memukul beduk di masjid, sekaligus berkumpul untuk melakukan penyerangan terhadap rumah Ade yang telah datang membawa parang.

Sekitar pukul 10.30 WIB, masyarakat Pasar Maga sekira 200 orang telah berkumpul dan seterusnya melakukan penyerangan ke rumah Ade Nasution. Tak hanya melakukan penyerangan, Ade Nasution juga diamuk massa hingga tewas.

Insiden itu diduga bermula dari pro kontra warga terhadap keberadaan dan operasional PT SMGP di Madina, Minggu (11/1) sekira jam 16.00 Wib.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf menjelaskan, penganiayaan secara bersama-sama (pengeroyokan, red) itu mengakibatkan dua warga menderita luka karena benda/senjata tajam.

Mereka adalah Ali Umar Nasution (37) warga Desa Sibanggor Jae, menderita luka di bagian kepala. Kemudian, Ahmad Husein (34) warga Desa Huta Lombang, mengalami kritis karena luka serius di kepala.

Helfi membeberkan, warga masyarakat atas nama Tan Gojali bersama sekitar 20 orang temannya melakukan pengecatan dinding parit dan tugu kemenangan di Desa Sibanggor Jae, yang dibangun masyarakat anti perusahaan PT SMGP (Perusahaan Panas Bumi).

Sesaat kemudian, datang security PT SMGP yang merupakan warga Desa Sibanggor Jae bersama 30 orang melarang pengecatan yang dilakukan Tan Gojali dan kawan-kawannya.Karena saling bersikukuh,perkelahian tak terhindarkan.

Selesai perkelahian, rombongan Tan Gojali menghubungi warga Penyabungan Selatan, Kecamatan Tambangan, Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Kecamatan Puncak Sorik Merapi yang anti PT SMGP.

“Kelompok Tan Gojali bersama warga yang anti perusahaan itu melakukan pengepungan desa dan pengroyokan terhadap dua korban. Korban Ali Umar sudah buat laporan di Polres Madina,” beber Helfi.(el)

Foto :helfi\dok.

News Feed