oleh

Bela Kawan,Anggota TNI Kritis Di Ruang ICU RS Putri Hijau

*Dua Pelaku Berhasil Dibekuk*

OKEBUNG|
Prada Sahedil (24) warga asal Cangladi, Kutacane,Kabupaten Aceh Tenggara,Provinsi Aceh,salah seorang prajurit Yon Armed 2/5.KS,yang dikeroyok belasan pria tak dikenal di Jalan Rasak Baru, Kec Medan Petisah,Rabu (25/03/2015 )sekira pukul 05.00 WIB, kemarin,hingga saat ini masih terlihat menjalani masa kritisnya di ruang ICU Rumah Sakit Militer Putri Hijau,Kamis (26/03/2015).

Data diperoleh okebung.com di rumah sakit, terlihat kondisi korban masih terbaring lemah dengan kondisi kepala dibacok hingga 20 jahitan dan tangan kiri korban juga harus dioperasi .Sementara lutut kaki kanan korban terkena sabetan samurai pelaku, dan seluruh tubuhnya yang mengalami luka ringan sabetan samurai pelaku.

Sulung dari 4 bersaudara ini pun diketahui menjadi korban penganiayaan 9 OTK sekaligus korban perampokan, saat dirinya hendak membantu seniornya Praka Tambunan saat terlihat berduel dengan para pelaku di Jalan Rasak Baru, Kec Medan Petisah.

Naas, saat ia hendak membantu, keduanya malah dikejar oleh para pelaku hingga Prada Sahedil berhasil tertangkap oleh pelaku, sementara seniornya Praka Tambunan berhasil melarikan diri.

Sementara itu keluarga korban yang mendengar Sahedil dirawat di rumahsakit langsung datang dari Kutacane bersama dengan ibunya menuju ke Medan untuk melihat abangnya itu.

Menurut adik kandung korban,Wulan mengatakan bahwa pengakuan abangnya kepadanya bercerita bahwa usai dirinya bertemu dengan seniornya itu, di tengah perjalanan ia sempat melihat seniornya itu berkelahi dengan sejumlah pemuda yang belum diketahui identitasnya. Melihat itu, ia berniat membantu dan malah menjadi korban.

“Abang gak banyak cerita karena dia masih sulit untuk ngomong bang. Katanya, malam itu dia janjian bertemu dengan seniornya itu bersama kawan – kawannya.Saat pulang, ia melihat seniornya itu sendirian melawan pelaku bang. Disitulah dia ikut dan membantu seniornya itu, tapi kalau penyebabnya aku gak tau bang. Lihatlah kami berdua sama mama ke sini untuk melihat abangku yang udah kena bacok,sepeda motornya pun dibawa kabur bang. Dibilang mama lagi sama dia, ‘demi kawan, kau jadi korban’,” terang Wulan menirukan ucapan korban.

Terpisah, Kapendam I/BB, Letkol Inf Enoh Solehudin,ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa korban baru pulang dari POM terkait ada suatu masalah yang baru saja di selesaikan dan Rabu (25/03/2015) sekira pukul 02.00 WIB, korban pulang ke baraknya Yon Armed 106/KS Delitua, namun di tengah perjalanan ia dihadang pelaku dan karena kalah jumlah, korban akhirnya menjadi bulan – bulanan pelaku.

“Berdasarkan informasi yang kita peroleh dari Denintel usai menjalani operasi, yang bersangkutan baru saja pulang dari POM pukul 02.00 dinihari rencananya hendak ke batalionnya.

Namun, ditengah perjalanan ia di kepung oleh OTK yang langsung membantainya dan membawa kabur sepeda motor yang dikendarainya. Karena kalah jumlah, korban yang sempat melakukan perlawanan pun akhirnya kalah dan terkapar,”terang Enoh.

Sementara itu,Kapolsek Medan Baru, Kompol Ronny Nicholas Sidabutar, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang telah dikantongi identitasnya.Saat ini baru dua pelaku yang berhasil ditangkap.

“Kita masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap para pelaku yang seluruh identitasnya sudah kita kantongi,” ungkap Ronny

Sebagaimana diberitakan sebelumnya ,Rabu (25/03/2015)sekira pukul 05.00 WIB,Prada Sahidil, (24) salah seorang anggota TNI AD dikeroyok delapan pria tak dikenal di Jalan Rasak Baru,Kec Medan Petisah.Akibat peristiwa tersebut nyawa prajurit Yon Armed 2/5 KS nyaris melayang karena disabet klewang dan pisau ketubuhnya.

Atas kejadian itu, korban mengalami cidera berat dibagian kepala,lengan dan tubuhnya sehingga terpaksa dirawat di rumahsakit.

Informasi diperoleh okebung.com menyebutkan ,aksi pengeroyokan hingga menyebabkan kritisnya korban tersebut terjadi ketika korban melihat seniornya Praka Tambunan sedang berkelahi dengan salah satu kelompok preman diduga anggota OKP.

Melihat perkelahian tak seimbang itu,selanjutnya korban pun ikut membantu, namun karena tidak seimbang perkelahian itu.Korban dan Praka Tambunan terus dikejar para pelaku hingga akhirnya korban didapat pelaku dan langsung dihajar pelaku berjumlah delapan orang yang mengendarai sepeda motor sambil memegang sajam jenis klewang dan pisau belati.

Usai dibantai kawanan pria berkelewang itu,korban pun terkapar bersimbah darah dipinggir jalan, hingga akhirnya korban ditemukan masyarakat pada pukul 06.00 WIB di Jalan Rasak Simp Jalan Gatot Subroto Medan.

Selanjutnya warga menghubungi pihak Polsek Medan Baru dan tak berapa lama kemudian petugas piket Polsek Medan Baru bersama Reskrim turun ke TKP memberi pertolongan dengan membawa korban ke RS Bhayangkara Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Setelah datang rekan-rekan korban ,selanjutnya rekan-rekan korban membawa Prada Sahidil ke RS Sembiring Delitua.

Dari beberapa pelaku yang mengeroyok dan merampok korban,dua diantaranya berhasil diringkus.Salah satunya pegawai kereta api Medan,Muhamad Rifky (19)warga Jalan Abdul Haris Nasution,Simpang Pos.

Selain pelaku Rifky,petugas Jahtanras Polresta Medan pimpinan Iptu Pol Dede Chandra juga berhasil membekuk Atwan Afrizal (32)warga Jalan Pintu Air 1,Simpang Pos,Padang Bulan yang bekerja sebagai penjaga malam.

Dua dari delapan pelaku pengeroyokan seorang prajurit Yon Armed 2/Tarik dibekuk setelah beberapa jam dilakukan pengejaran tim gabungan Polresta Medan dan Polsek Medan Baru.

Saat diringkus,petugas berhasil menyita barang bukti sebilah klewang dan tas berisikan kemeja loreng salah satu organisasi kepemudaan (OKP). [roz/admin)

Foto|ilustrasi\

News Feed