oleh

Bea Cukai Bandara Soeta Amankan Shabu Senilai Rp 18 Miliar

OKEBUNG|
Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Soekarno Hatta kembali berhasil melakukan penggagalan 7 kasus upaya penyelundupan methamphetamine atau shabu dalam 10 hari terakhir dari jaringan internasional. Petugas menyita methamphetamine seberat 13,478 kg atau senilai Rp 18 miliar.

“Total barang bukti dari 7 kasus di atas sebanyak 13.478 gram bruto methamphetamine atau shabu berpotensi merusak lebih dari 94.000 orang generasi muda penerus bangsa. Dengan total estimasi nilai barang Rp. 18.188.000.000,” ujar Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Okto Irianto, Selasa (18/11/2014).

Ia menjelaskan, kasus pertama diungkap pada Senin, 20 Oktober 2014 di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno Hatta dengan barang bukti 2,582 gram shabu yang disembunyikan di dalam dinding travel bag. Petugas mengamankan 1 orang penumpang laki-laki WN Vietnam berinisial PV (31 tahun) eks penumpang pesawat Air Asia (AK 386), dengan rute penerbangan Ho Chi Minh City – Shenzen – Kuala Lumpur – Jakarta.

Kemudian, pada Rabu, 22 Oktober 2014 di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno Hatta dengan barang bukti shabu 2.604 gram yang disembunyikan di dalam dinding travel bag. Petugas mengamankan 1orang penumpang laki-laki WN Vietnam berinisial PT (27 tahun) eks penumpang pesawat Air Asia (AK 386) dengan rute penerbangan Ho Chi Minh City – Shenzen – Kuala Lumpur – Jakarta.

Selanjutnya ketigas pada Senin, 27 Oktober 2014 di Terminal 2D Kedatangan Bandara Soekarno Hatta dengan barang bukti 2 gram bruto hashish/ekstrak Mariyuana berbentuk pasta hitam yang diselipkan di bagian atas celana dalam yang dipakainya. Petugas juga mengamankan 1 orang penumpang laki-laki WN Hongkong berinisial WL (38 tahun) eks penumpang pesawat China Airlines (CI 679) dengan rute penerbangan Hongkong – Jakarta – Hongkong

Keempat pada Rabu, 29 Oktober 2014 di Terminal 2D Kedatangan Bandara Soekarno Hatta dengan barang bukti shabu 1.614 gram yang disembunyikan dalam bentuk Lilin. Petugas mengamankan 1 orang penumpang laki-laki WN Iran berinisial KM (27 tahun) eks penumpang pesawat Emirates (EK 358), dengan rute penerbangan Teheran – Dubai – Jakarta.

Kelima dan keenam Sabtu, 1 November 2014 di Terminal 2D Kedatangan Bandara Soekarno Hatta dengan barang bukti 2.182 dan 2.218 gram shabu berbentuk cairan bening yang disembunyikan di dalam guci arak. Petugas mengamankan 2 orang penumpang laki-laki WN Taiwan berinisial LC (40 tahun) dan XW (21 tahun) eks penumpang pesawat China Airlines(CI 679), dengan rute penerbangan Kaohsiung – Hongkong – Jakarta.

Dan pengungangkapan ketujuh pada Minggu, 2 November 2014 di Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno Hatta dengan barang bukti 2.278 gram shabu yang disembunyikan di dalam dinding tas ransel. Petugas juga mengamnkan 1orang penumpang perempuan WNI berinisial YW (59 tahun) eks penumpang pesawat China Airlines(CI 679), dengan rute penerbangan Jakarta – Kuala Lumpur – Macau – Kuala Lumpur – Jakarta.

Dikatakannya lagi, untuk penyelidikan dan penyidikan para tersangka dan barang bukti diserahkan ke penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan juga sebagian diserahkan ke penyidik Polresta Bandara Soekarno Hatta .

Para tersangka dijerat dengan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika tanggal 12 Oktober 2009 merupakan kategori Narkotika Golongan I. Penyelundupan Narkotika Golongan I ke Indonesia adalah pelanggaran pidana sesuai pasal 113 ayat 1 dan 2 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun penjara dan pidana denda paling banyak Rp. 10 milyar.

Dalam hal barang bukti beratnya melebihi 5 gram pelaku di pidana dengan pidana mati, pidana seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum Rp. 10 Miliar ditambah 1/3. (dna/admin)
Foto:ilustrasi sabu\

News Feed