oleh

BBPOM Medan Gerebek Home Industri Kosmetik Ilegal

MEDAN-OKB|
Untuk yang kesekian kalinya petugas Balai Besar Pengawasan dan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan mengungkap kasus peredaran kosmetik ilegal.Kali ini petugas BBPOM Medan kembali berhasil membongkar lokasi tempat pembuatan produksi kosmetik illegal dikawasan Jalan Pabrik Padi,Gang Padi Medan, Senin (07/07/2014).

Dalam penggerebekan rumah sewa tersebut, petugas BBPOM berhasil menyita seluruh alat, perlengkapan, bahan baku dan kosmetik siap edar.

“Penemuan kali ini cukup tergolong besar dengan omset mencapai Rp 500 juta, dilihat dari produk, perlengkapan dan bahan baku maupun kosmetik yang sudah jadi,”ungkap Kepala BPOM Medan, M Ali Bata didampingi Kepala Seksi Penyidikan Ramses di lokasi penggerebekan,dikutip dari dnaberita.com.

Masih disebutkannya bahwa dari hasil penggrebekan tercatat setidaknya ada beberapa jenis produk kosmetik yang dipalsukan di antaranya, pemutih temulawak, citra, ponds kecil, natural 99, super natural 99. Juga terlihat sejumlah mangkok besar adonan krim yang belum dimasukkan ke kemasan. Di belakang rumah, tampak 10 tong bahan baku yang sudah kosong.

“Dari lokasi penggerebekan kita amankan beberapa jenid produk kosmetik yang dipalsukan,”ucap Ali.

Menurut Ali, sebelumnya petugas penyidik BPOM sudah mengintai pergerakan pelaku sekira satu bulan ini. “Hari ini, kita eksekusi. Tidak ada perlawanan dari pemilik. Dugaan sementara, pemiliknya dua. Seorang masih di luar kota dan yang seorang lagi tinggal. Dia cukup kooperatif dan tidak ada perlawanan,”ujar Ali Bata.

Dia menambahkan, selain mereka tidak memiliki izin produksi, kosmetik yang diproduksi juga tidak terdaftar atau tanpa izin edar. Bahkan, yang lebih parah lagi, diduga kuat, produk tersebut mengandung zat berbahaya bagi kesehatan seperti mercury dan produk yang sudah dipublik warning BPOM tapi tetap diproduksi.

“Informasi sementara, kata pemiliknya baru beroperasi dua bulan. Tapi, kita duga ini merupakan jaringan dan sudah beroperasi lama. Mungkin mereka berpindah-pindah. Kita akan telusuri lagi termasuk dari mana mereka mendapatkan bahan baku dan zat berbahaya tersebut,”terangnya.

Atas kasus ini, kata Ali, BPOM akan mengenakan pelaku sesuai UU Kesehatan dimana memproduksi tanpa izin edar diancam pidana 15 tahun dan denda Rp1,5 miliar.

Pemiliknya mengaku belum memasarkan produk tersebut. Total asset yang sudah mereka produksi juga tidak sampai Rp500 jutaan. “Kalau segitu, sudah kaya rayalah,” ucapnya. Pemiliknya terlihat santai dan tetap memantau aktivitas petugas yang mengangkut habis seluruh asset kosmetik ilegal yang ada di rumah tersebut.

Untuk pengangkutan seluruh hasil sitaan, petugas terpaksa menyewa tiga unit mobil pickup. Mulai penggerebekan sekira pukul 15.00 WIB hingga malam, proses penghitungan dan evakuasi produk masih dilakukan.

Kepala BPOM Ali Bata kembali mengingatkan, agar masyarakat menjadi konsumen cerdas. Tidak membeli produk yang meragukan dan tidak terdaftar di BPOM. Karena diduga, produk tersebut mengandung bahan berbahaya sehingga bisa merusak kesehatan.

Belum lama ini, petugas BPOM juga menyita ratusan karton minuman herbal dan obat kuat ilegal di Medan. Bahkan, sebelumnya lagi, ribuan bungkus obat kuat dan jamu ilegal disita dari salah satu took obat di Langkat.

“Sesuai tugas dan fungsinya, kita rutin mengawasi produk obat dan makanan untuk menjaga dan melindungi masyarakat kita. Selain ini, kita juga rutin melakukan sampling produk,”pungkas Ali.(Dna/Net)

News Feed