oleh

Bawaslu Terima 36 Laporan Dugaan Pelanggaran Pemilu Presiden

JAKARTA – OKB|
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad mengungkapkan pihaknya sudah menerima 36 laporan dugaan pelanggaran pemilu presiden pada hari pencoblosan. Laporan tersebut merupakan akumulasi dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia dan diperkirakan akan terus bertambah.
 
“Sudah ada 36 (laporan) pada hari H dari seluruh provinsi, akan di-updated lagi dan kita kaji dan cek sejauh mana bisa ditindaklanjuti atau tidak,” jelasnya saat ditemui di Pondok Labu Indah, Jalan Margasatwa Raya, Jakarta Selatan, Sabtu (12/07/2014) malam,seperti dikutip dari okezone.com.
 
Pihaknya, lanjutnya,tidak serta merta percaya dengan semua laporan yang masuk. Sebelum ditindaklanjuti lebih jauh, akan dilakukan pengecekan apakah dokumen tersebut fiktif atau tidak.
 
“Sudah ada laporan semalam, kita terima dan kita pastikan dokumen pelapor itu sah dan bisa dikroscek dan dokumen itu harus sama dengan yang dikeluarkan dari setiap TPS dan tidak boleh beda dan memastikan dokumen itu asli benar atau asli,” tegasnya.
 
Ketelitian itu dilakukan karena pria asal Makassar itu tak mau mengulang kesalahan yang sama saat pemilu legislatif (pileg) kemarin.”Di Pileg ada beberapa kasus, (dokumen) tidak sesuai karena duplikasi, maka dalam menangani itu keaslian dokumen sebagai bentuk keakuratan,” tukasnya.
 
Lebih lanjut, peraih gelar S3 ilmu politik Universitas Airlangga itu menyebut sampai saat ini sudah 85 persen formulir C1 yang masuk. Soal keaslian, Muhammad mengajak kedua kubu calon presiden untuk ikut mengecek dan melaporkan temuan kecurangan.
 
“Kita kemarin selesai di desa masuk ke kecamatan 85 persen formulir C1, apakah asli atau tidak sampai hari ini belum ada perubahan rekapitulasi. Kalau tim kampanye menemukan segera lapor, kerja sama untuk melapor dengan bukti awal yang bisa dipertanggungjawabkan,” tuntasnya.(okezone/net)
Foto :Logo Bawaslu/Net/

News Feed