oleh

Bawa Sabu dan Ekstasi,Warga Malaysia Dibekuk Petugas KNIA

OKEBUNG|
Untuk yang kesekian kalinya petugas bandara Kuala Namu Internasional Airport (KNIA)menggagalkan penyeludupan narkoba ke Sumatera Utara.Kali ini,petugas Bea Cukai KNIA berhasil mengamankan seorang warga negara Malaysia karena kedapatan membawa sabu Senin (22/09/2014)

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan di Polda Sumut menyebutkan, Selasa (23/09/2014) bahwa warga Malaysia tersebut yakni Kohkok Tiong (40) Warga Johor Malaysia kedaptan membawa sabu-sabu seberat 2 gram, 1 buah bong dan 134 butir ekstasi yang dibawa dari Malaysia menuju Indonesia melalui Sumut.

Diamankannya warga Malaysia tersebut diamankan berawal saat tersangka melakukan pemeriksaan,ternyata Koh Kok Tiong tidak dapat lagi menyembunyikan nartikanya yang didapat dari hasil pemeriksaan seluruh barang bawaanya.

Berdasarkan temuan tersebut lantas petugas Bea Cukai KNIA langsung menghubungi Ditres Narkoba Polda Sumut.

Sementara itu Wadir Ditres Narkoba Poldasu AKBP Yustan Alpiani membenarkan bahwa ada seorang warga Malaysia dibekuk dari KNIA, namun perwira berpangkat dua melati ini enggan memberi keterangan lebih lanjut dengan alasan masih pengembangan. “Masih kita kembangkan dulu, nanti aja ya” Ukata Yustan sembari meninggalkan wartawan.

Sedangkan Kabid Humas Polda Sumut,AKBP Helfi Assegaf dikonfirmasi wartawan mengenai warga Malaysia yang dibekuk petugas kepolisian saat membawa narkotika jenis sabu dari Malaysia membenarkan hal tersebut seraya mengatakan bahwa warga Malaysia tersebut sekarang masih ditangani Subdit I Ditres Narkoba Poldasu.

“Benar, semalam dari Bea Cukai sudah diserahkan seorang warga Malaysia ke Subdit I Ditres Narkoba Poldasu karena kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu dan ekstasi,”ujar Helfi.

Saat wartawan hendak meminta data dan informasi lebih kongkrit lagi mengenai warga Malaysia tersebut lantas perwira berpangkat dua melati ini mengatakan masih mengembangkan kasus tersebut seraya menambahkan bahwa petugas kepolisian masih melakukan pemeriksaan.

“Masih kita kembangkan dulu jaringan tersangka” Ujar Helfi kembali. (el)

Foto:Ilustrasi

News Feed