oleh

Badrodin Haiti,Mantan Kapolda Sumut Ditunjuk Jokowi Jadi Kapolri

OKEBUNG|
Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Badrodin Haiti yang pernah menjabat sebagai Kapoltabes Medan (Kapolresta) dan Kapolda Sumut akhirnya ditunjuk dan dipercayakan Presiden Jokowi sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri)mengingat Komjen Pol Budi Gunawan tengah diterpa masalah dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekedar mengenal sosok Komjen Pol Badrodin Haiti.Pria yang dilahirkan diPaleran, Umbulsari,Jember, Provinsi Jawa Timur, pada 24 Juli 1958 ini memulai kariernya di kepolisian setelah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1982. Badrodin merupakan lulusan terbaik di angkatannya saat itu.

Sepak terjangnya diKorps Bhayangkara, Badrodin Haiti memiliki pengalaman yang cukup panjang. Sebelum diangkat jadi Wakapolri, Badrodin sempat menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri .

Kariernya terbilang cukup cemerlang ,Badrodin penerima bintang Adhi Makayasa ini langsung berdinas di Polda Metro Jaya dan menjabat sebagai Komandan Peleton Sabhara Dit Samapta Polda Metro Jaya pada 1982. Dua tahun berikutnya, Badrodin Haiti mengalami sejumlah mutasi, mulai dari Kepala Sub Biro Ops Polres Metro Depok Polda Metro Jaya hingga dimutasi menjadi Kapolsek Pancoran Mas Polres Metro Depok Polda Metro Jaya.

Dari Depok, pangkatnya dinaikkan menjadi Inspektur Satu saat ditunjuk sebagai Kabin Info PPKO Polda Metro Jaya. Namun, pada 1985 dia ditugaskan sebagai Kabag Min Polres Aileu Polwil Timor Timur sebelum dipanggil kembali ke Jakarya untuk menempati posisi Kasat Serse Polres Metro Bekasi pada 1990.

Tiga tahun kemudian karier Badrodin Haiti mulai menanjak, Badrodin dipercayakan menjabat Kapolsek Metro Sawah Besar Polres Jakarta Pusat dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol).Setelah itu, dia diangkat sebagai Kasat Serse Polres Metro Jakarta Barat dan Wakapolres Metro Jakarta Timur.

Melihat kariernya yang cemerlang, tiga tahun setelah menjabat sebagai Wakapolres ,Badrodin Haiti ditarik ke Mabes Polri dan diangkat sebagai perwira menengah. Namun, dia dimutasi sebagai Kapolres Probolinggo Polwil Malang Polda Jatim pada 1999. Selanjutnya Badrodin Haiti dipercayakan menjabat Kapoltabes Medan (Kapolresta,red)

Jabatan itu diembannya selama dua tahun, sebelum akhirnya diangkat sebagai jenderal bintang satu dan ditempatkan sebagai Kapolda Banten pada 2004 lalu.Jabatan ini hanya berjalan selama satu tahun, sebelum dimutasi kembali sebagai Seslem Lemdiklat Polri pada 2005.

Setahun berikutnya,Badrodin Haiti ditunjuk sebagai Kapolda Sulawesi Tengah. Pada 2008, dia kembali ditarik ke Mabes Polri untuk menempati jabatan Direktur I Bareskrim Polri. Hanya setahun menjalani jabatannya, Badrodin Haiti dipercayakan menjadi Kapolda Sumatera Utara pada 2009.

Hanya berselang setahun kemudian, Badrodin Haiti diangkat menjadi Kepala Divisi Hukum Polri pada 2010. Pada tahun yang sama, dia sempat dituduh sebagai satu dari 17 perwira tinggi yang diduga memiliki rekening gendut oleh ICW. Tak lama, Badrodin Haiti kembali dimutasi menjadi Kapolda Jawa Timur pada 2011 sebelum dipanggil kembali menjadi Staf Ahli Polri.

Kemudian,pada tahun 2012, Badrodin Haiti dimutasi menjadi Asisten Operasi Kapolri hingga akhir Juli 2013 sebelum akhirnya diangkat menjadi Kabarharkam melalui Surat Keputusan (Skep) Kapolri Nomor 557/VII/2013. Isu pergantian Kapolri membuat dia ditunjuk sebagai Plt Kapolri selama sebulan hingga akhirnya ditunjuk langsung oleh Presiden Jokowi menjabat sebagai Kapolri.

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) pernah menyesalkan penunjukkan Komjen Pol Badrodin Haiti oleh SBY sebagai Wakapolri menggantikan Komjen Pol Oegroseno. Hal ini karena mereka menyebut adanya indikasi Badrodin Haiti terkait pelanggaran HAM di Poso tahun 2007.(admin\berbagai sumber\net)

Foto |Komjen Pol Badrodin \dok.net\

News Feed