oleh

Ayah Bejat,7 Tahun Niduri Anaknya Hingga Berbadan Dua

BANDUNG -OKB|
Benar-benar sudah tak memiliki iman lagi ayah laknat yang satu ini.Bayangkan saja,teganya dia meniduri anak kandungnya selama tujuh tahun lamanya.Akibat perbuatan,Asep Priatna (44) masa depan gadis berusia 18 tahun ini pun hancur sia-sia menyimpan luka mendalam yang tak terlupakan lantaran anak gadisnya berbdan dua hingga melahirkan

Atas kelakuan bejadnya tersebut,sang ayah laknat ini pun harus mendekam di balik jeruji sel Mapolrestabes Bandung.

“Kejahatan seksual yang dilakukan tersangka ini sejak korban masih kelas enam Sekolah Dasar (SD) hingga korban dewasa,” sebut Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi dalam paparannya di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Selasa (12/08/2014).

Masih dijelaskan Kapolrestabes,bahwa kelakuan bejat pria yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan ini terungkap pada (26/07/2014) lalu itu berawal adanya laporan kasus kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).Korban melaporkan ayahnya tersebut ke Polrestabes Bandung karena muak dengan tingkah bejat ayahnya.

“Dihadapan penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung,korban mengungkapkan semua penderitaan yang dirasakannya selama ini.Terakhir ( 26 Juli 2014) tersangka memaksa anaknya untuk melakukan hubungan intim,”ujar Kombes Mashudi.

Bahkan,kata Kombes Mashudi, tersangka mengancam sambil menempelkan gergaji ke leher korban. Korban menepis gergaji itu menggunakan tangan kiri, lalu berhasil kabur.

“Tersangka mengancam korban dengan menempelkan gergaji kelehernya.Lantas korban menepis gergaji dan langsung kabur,”sebut Kombes Mashudi,seperti diberitakan okezone.com.

Berdasarkan keterangan kepada penyidik,sambungnya, korban blak-blakan ungkapkan semuanya dan mengaku menjadi budak seks ayah kandungnya sejak 2007. Tindakan tercela ini dilakoni Asep di kediamannya, kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Istri tersangka atau ibu kandung korban tidak mengetahui adanya tragedi memalukan di lingkungan rumahnya. Asep kerap mengancam membunuh korban serta ibu dan adiknya jika berani membocorkan hubungan sedarah itu.

“Tersangka berulang kali melakukan perbuatan biadabnya kepada korban tanpa diketahui ibu korban” ujar Mashudi.

Dan,pada 2012, korban hamil. Korban enggan membeberkan siapa lelaki yang bertanggung jawab dengan kehadiran darah daging yang di kandunganya. Asep bungkam seribu bahasa dan berpura-pura murka. Bak sebuah sinetron, Asep menyusun skenario agar aib kehamilan anaknya tidak menjadi bahan pergunjingan sanak saudara dan tetangga.

“Korban dalam keadaan hamil dinikahkan dengan lelaki lain. Sekitar Desember 2012, korban melahirkan anak perempuan. Lalu pada 2013, suami korban meninggal,” beber Kombes Mashudi.

Masih dijelaskannya lagi bahwa ibu kandung korban juga hingga akhir hayatnya tak mengetahui soal kebejatan suaminya. Ibu korban meninggal bulan lalu, Juli 2014.

Aksi bejat Asep bukannya terhenti setelah korban ditinggal suaminya maupun mendiang ibu. Asep malah kian beringas. Tersangka menyetubuhi korban secara berulang-ulang pada 2013 hingga 2014. Kepada penyidik, korban yang kini sudah bekerja mengaku Januari hingga Juli 2014 ‘dikerjai’ ayahnya tersebut di tempat indekosnya, kawasan Andir, Kota Bandung.

“Tersangka (Asep) sudah kami tahan. Barang bukti yang disita berupa satu bilah gergaji dan baju korban,” ucap Mashudi.

Asep dijerat Pasal 46 dan 47 UU RI No.23 tahun 2004 perihal KDRT. Tersangka terancam hukuman penjara 12 tahun.

“Untuk memastikan apakah anak korban itu merupakan hasil hubungan dengan tersangka, maka nanti dilakukan tes DNA,” kata Mashudi singkat.(Admin)

Foto:Ilustrasi/Net/

News Feed