oleh

APK SMA Sederajat di Sumut Tahun 2014 Capai 86,74%

OKEBUNG|
Angka Partisipasi Kasar (APK) Sekolah Menengah Atas Sederajat di Sumatera Utara (Sumut) pada tahun Ajaran 2014 mencapai 86,74 %. Indikator serapan sekolah menengah atas ini melampui dari APK nasional yang tercatat 74,63 % ditahun yang sama.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Drs Masri MSi kepada wartawan usai mengikuti  acara Refleksi Akhir Tahun 2014 di Kantor Gubsu, Senin (29/12/2014).

Masri mengatakan APK digunakan untuk mengukur keberhasilan program pembangunan pendidikan yang diselenggarakan dalam rangka memperluas kesempatan bagi penduduk untuk mengenyam pendidikan. Dinas Pendidikan Sumut terus berupaya dalam rangka mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing.

“Tahun 2015 kita sudah masuk kepada Masyarakat Ekonomi ASEAN,” katanya kepada wartawan di Medan, Minggu (28/12/2014).
 

Berdasar data Dinas Pendidikan Sumut tahun ajaran 2014, sebut Masri, APK jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 65,02 %, Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) 114,38%, Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs) 101,22%, Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Madrasah Aliyah (MA)/ Sekolah Menengah  Kejuruan mencapai 86,74%, dan Perguruan Tinggi (PT) 36,59%.

Masri kemudian memaparkan jumlah pelajar di Sumut, diantaranya siswa SD/MI di Sumut sebanyak 1.933.922 orang, SMP/MTs 821.528 orang, SMA/MA 684.052 orang, dan jumlah mahasiswa 443.381 orang. Sementara jumlah sekolah yang tersedia untuk jenjang SD/MI 9.463, SMP/MTs 2.398, SMA/MA 856 baik negeri maupun swasta. “Jumlah guru di Sumut 179.554 orang. Yang sudah disertifikasi sebanyak 88.324 orang,” ucapnya.

Untuk mencapai SDM yang berdaya saing, katanya, Dinas Pendidikan pada 2014 sudah membuat berbagai terobosan seperti memberikan layanan pendidikan wajib belajar (WAJAR) 12 tahun, memberikan bantuan biaya pendidikan, kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan untuk semua jenis dan jenjang pendidikan di Kabupaten/kota, mengoptimalkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bagi satuan pendidikan, pendidik dan tenaga pendidik ke semua jenjang.

Bukan hanya itu, kata Masri, untuk mewujudkan SDM daya saing Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) melalui Dinas Pendidikan Sumut juga mendukung gerakan nasional dalam meningkatkan pendidikan. Misalnya, katanya, seperti diadakan setiap tahunnya peringatan Hari Aksara Internasional (HAI).

Dia menyebutkan buta aksara di Sumut sampai saat ini tinggal 2,16% penduduk usia 15 tahun ke atas atau jumlahnya 150.511 jiwa. Angka ini masih dibawah angka rata-rata buta aksara nasional 4,03%. Pada 2009 buta aksara di Sumut 213.138 jiwa, turun jadi 170.000 pada 2012. dan turun lagi menjadi 150.511 jiwa.

“Untuk 2015 ada beberapa skala prioritas yang akan kita capai seperti impelemntasi pendidikan menengah universal (PMU) melalui BKP 2015, pembangunan rehabilitasi ruang kelas di satuan pendidikan yang juga melalui BKP 2015,” katanya.

Pada 2014, lanjutnya, Dinas Pendidikan Sumut mendapat berbagai penghargaan seperti Medali Emas pada Internastional Mathematics and Science Olimpiad (IMSO) di Bali, mendapat medali emas pada lomba budaya mutu di Surabaya, juara 1 tingkat ASEAN dan nasional pada lomba LKS, juara 2 tingkat nasional pemilihan guru SMA/SMK berdedikasi daerah khusus, dan pemenang pertama pada Apresiasi Bunda PAUD Berprestasi tahun 2014 tingkat nasional kategori kerjasama dan kemitraan.(Dof)

News Feed