oleh

APEC Mulai Bahas Kerangka Pasar Bebas

OKEBUNG|
Pusat Studi konsorsium Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), yang merupakan jaringan universitas dan lembaga penelitian di seluruh Asia-Pasifik, memberikan surat rekomendasi pertama kalinya pada para menteri-menteri ekonomi yang datang di APEC.

Seperti dilansir okezone.com.Dalam surat rekomendasi tersebut, pusat studi APEC menguraikan kerangka kebijakan APEC yakni untuk mencapai prioritas dalam integrasi ekonomi regional. Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP) dibuat untuk mengembangkan inovatif, reformasi ekonomi dan pertumbuhan, serta konektivitas yang komprehensif untuk pembangunan infrastruktur.

“Ide-ide penting untuk integrasi ekonomi regional Asia-Pasifik seperti kawasan perdagangan bebas atau FTAAP idenya berawal dari penelitian akademis yang dilakukan di pusat studi konsorsium. Kami percaya APEC memiliki tanggung jawab dan mampu memainkan peran yang lebih aktif dan efektif dalam mewujudkan FTAAP,” kata Ketua APEC Pusat Studi Konsorsium 2014 Dr Liu Chenyang, seperti dilansir lama resmi APEC, Minggu (9/11/2014).

Liu menambahkan, APEC diharapkan dapat mengembangkan suatu kerangka FTAAP yang mendefinisikan tujuan, prinsip-prinsip, standar dan isi perjanjian. Akademisi di APEC Study Center telah melakukan penelitian kebijakan yang independen pada kelayakan dan kemungkinan jalur untuk mewujudkan FTAAP juga mengusulkan kerangka kerja untuk implementasinya.

“Kami juga percaya konektivitas yang komprehensif dan kerjasama pembangunan infrastruktur akan meningkatkan kualitas dan efektivitas integrasi ekonomi regional Asia-Pasifik dan secara substansial memperkuat pelaksanaan perjanjian perdagangan bebas di kawasan itu,” kata Dr Liu.

APEC Pusat Studi menyarankan APEC mengambil langkah-langkah praktis untuk mempromosikan investasi di bidang infrastruktur melalui Kemitraan Pemerintah-Swasta serta dengan mempromosikan layanan liberalisasi dan fasilitasi perdagangan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Sekretariat APEC Dr Alan Bollard mengatakan, surat rekomendasi kebijakan untuk APEC Menteri adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan peran APEC Pusat Studi Konsorsium dalam proses pembuatan kebijakan APEC, khususnya melalui penyediaan keahlian dan saran.

“Setiap tahun, akademisi di Pusat Studi APEC melakukan penelitian kebijakan penting pada isu-isu APEC yang dapat dimanfaatkan oleh para Menteri dan pejabat ketika mereka mengembangkan agenda dan inisiatif APEC,” tambah Bollard.

 

Dengan lebih dari 50 Pusat Studi APEC host di universitas dan lembaga penelitian di 20 negara anggota APEC, APEC Pusat Studi Konsorsium melakukan penelitian kebijakan yang independen dan memfasilitasi debat dan diskusi tentang isu-isu APEC, inisiatif dan proses untuk mendukung tujuan APEC.(okz\net)
Foto:apec\net\

News Feed