oleh

Aparat dan Kelompok Sipil Bersenjata Baku Tembak di Aceh

OKEBUNG|
Aksi baku tembak antara aparat gabungan TNI dan polisi dengan sipil bersenjata api diduga dari kelompok Din Minimi kembali terjadi di Gampong Cot Geunie, Kecamatan Tangse itu,Pidei,Aceh,Selasa (26/5/2015) pagi.

Kontak senjata diperkirakan sekira 10 menit itu,petugas gabungan berhasil menyita tiga senjata api diduga milik kelompok tersebut yang melarikan diri ke hutan. Sementara di lokasi terdapat ceceran darah.

Terrpisah,Kabid Humas Polda Aceh, AKBP Teuku Saladin mengaku membenarkan ada kontak senjata antara aparat gabungan dengan kelompok Din Minimi di kawasan tersebut. “Belum ada yang anggota kelompok itu yang tewas,” katanya saat dikonfirmasi wartawan via telepon.

Menurut Kapolda Aceh, hingga kini aparat masih melakukan penyisiran di lokasi kontak senjata,dan untuk sejauh ini aparat gabungan sudah mengamankan tiga senjata api masing-masing jenis SS1, AK-47 plus magazen berikut sejumlah peluru campuran, serta sepucuk pelontar granat (GLM). Selain itu ikut ditemukan satu granat manggis dan perlengkapan militer.

“Senjata Dan granat manggis berhasil kita amankan,”jelasnya.

Lanjutnya,senjata api. itu diduga milik kelompok tersebut yang tinggal di lokasi, sementara mereka diduga melarikan diri ke arah hutan.

Sebagaimana diketahui bahwa aksi baku tembak antara aparat dengan kelompok sipil bersenjata api merupakan ketiga kali terjadi di Pidie dalam sepekan terakhir. Sebelumnya,pada Minggu 24 Mei 2015, aparat menewaskan seorang pelaku dan menangkap dua orang lainnya diduga anggota kelompok Din Minimi dalam kontak senjata di Blang Malu, Kecamatan Mutiara Timur.

Dan empat hari sebelumnya kontak senjata juga terjadi di kawasan Gintong, Kecamatan Grong-Grong, dan menewaskan tiga orang diduga kelompok Din Minimi. Sejumlah senjata dan amunisi ikut disita sebagai barang bukti dalam dua peristiwa tersebut.

Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi sebelumnya mengatakan, pihaknya sudah menangkap 23 anggota kelompok Din Minimi yang diduga kerap melakukan aksi perampokan dan penculikan di Aceh. Sisa kelompok itu diperkirakan tinggal 20 orang lagi, yang semuanya sudah masuk buronan.

Kelompok Din Minimi diduga terlibat dalam pembunuhan dua intel Kodim Aceh Utara pada akhir Maret 2015. Sejak kejadian itu, polisi bersama TNI gencar memburu mereka.(okz\asmin)

Foto|dok.net\

News Feed