oleh

Aniaya 2 Pelayan Sea Food ,Personil Polres Batubara Obral Peluru

MEDAN KOTA-OKB|
Sejumlah pengunjung Sea Food 83 yang berada di Jalan SM Raja Medan mendadak heboh.Pasalnya,Briptu BS yang diketahui bertugas di Polres Batubara meletuskan senjata apinya lantaran emosi,Selasa (12/08/2014)sekira pukul 01.00 dinihari.

Tak hanya itu, ia pun menganiaya dua pelayan bernama Masum Suminto (34) dan Ahmad Faisim (34) warga asal Brebes, Jawa Tengah hingga harus dilarikan ke RS Estomihi untuk mendapatkan perawatan medis.

Informasi yang dihimpun okebung.com menyebutkan,aksi arogan Briptu BS disaat Briptu BS datang ke Sea Food 83 dengan mobil Avanza putih bersama seorang rekannya yang mengendarai mobil Honda Jazz. Saat itu, polisi yang bertugas di Bidang Paminal Polres Batubara hendak makan bersama rekannya.

Kepada pelayan, Briptu BS memesan cumi-cumi goreng tepung yang langsung direspon oleh pelayan Sea Food. Namun tiba-tiba, Briptu BS mengamuk dan membentak para pelayang dan mengaku tak puas dengan cara kerjanya yang lambat.

“Lama kali pesanan ku kalian buat, sudah lama aku menunggu. Sudah 2 kali aku kesini, 2 kali juga lama pelayanan kalian. Tak profesional kalian yang jualan ini,” kata Briptu BS saat itu sebagai mana ditirukan oleh Masum.

Mendengar teriakan Briptu BS, Masum yang saat itu bertindak sebagai pelayan pun mencoba menjelaskan jika pesanan Briptu BS sedang dimasak.

“Aku jelasin lah sama dia bang, mas kami ini kan bukan seperti rumah makan yang tinggal ambil saja, kami kan harus masak dulu. Apalagi pesanan nya itu kan cumi-cumi yang harus agak lama pembuatannya,” kata Masum mencoba menjelaskan pada Briptu BS.

Bukannya terima, Briptu BS malah langsung memukuli Masum hingga menderita luka di pelipis kanan dan hidung. Melihat aksi brutal itu, Ahmad Faisim yang juga pekerja di Sea Food 83 berusaha melerai, namun apes ia pun turut dipukuli oleh Briptu BS hingga menderita patah hidung.

“Teman saya, Ahmad juga dipukulin sama dia bang karena mau melerai waktu itu. Dia dilarikan ke RS Estomihi,” kata Masum

Tak sampai disitu saja, Briptu BS pun meletuskan senjata api miliknya ke arah atas hingga menyisakan lubang kecil di bagian atap Sea Food 83. Hal itu dilakukan Briptu BS lantaran warga sekitar ramai dilokasi hendak mengamankan dirinya. Bahkan usai meletuskan senjata api miliknya, Briptu BS mengaku jika dirinya merupakan anggota Polri yang bertugas di Polda Sumatera Utara

“Dia tembak ke arah atas bang, dia ambil pistol. Jadi saya sempat teriak lah, jadi warga kumpul mau nangkap dia. Terus dia bilang kalau dia Polisi bertugas di Polda Sumut,” tambah korban saat membuat laporan ke Polsek Medan Kota pada Selasa (12/08/2014) siang.

“Aku polisi Polda, mau apa kau? Ku bawa kau nanti,” kata Masum menirukan ucapan pelaku.

Tak sampai disitu, Masum pun sempat hendak dipaksa masuk ke dalam mobil avanza milik pelaku dengan alasan hendak dibawa ke Polda Sumut. Namun Masum berhasil berontak dan dibantu warga sekitar untuk dilarikan ke RS Estomihi. Usai berbuat aksi brutal, oknum Polri tersebut meninggalkan lokasi.

“Saya sempat mau dibawa bang, katanya mau dibawa ke Polda. Tapi saya berontak saat itu,” tambah Masum.

Aksi arogan Briptu BS pun dilaporkan ke Polsek Medan Kota sesuai Nomor STPL/1320/K/VIII/2014/SU/Polresta Medan/Sek Medan Kota.

“Sudah saya laporkan bang kejadiannya,” kata Masum.

Terpisah Kanit Reskrim Polsek Medan Kota AKP Faidir Chaniago, SH mengatakan jika pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

“Sudah ada kita terima, jadi yang bersangkutan juga kita arahkan membuat laporan ke Bid Profesi ya,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Farisim yang juga turut menjadi korban tampak terbaring lemah di ruang ICU RS Estomihi. Pria bertubuh kurus ini menderita luka patah dibagian hidung akibat aksi brutal Briptu BS.
Korban masih terlihat terbaring lemah dengan selang infus melekat di tangannya, ia pun belum bisa dimintai keterangan terkait aksi brutal Briptu BS. (wl/admin)
Foto:ilustrasi

News Feed