oleh

Anggota TRA Bentrok Dengan Warga, 7 Kritis

BANDAACEH –OKB|
Ratusan warga Desa Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie,Provinsi Aceh bentrok dengan puluhan Tim Relawan Aceh (TRA). Akibatnya, 7 anggota TRA kritis.

Informasi dihimpun detikcom, insiden bentrokan itu terjadi saat sejumlah anggota TRA mendatangi Desa Blang Raya sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (18/7/2014) siang tadi. Kedatangan mereka untuk menyerah empat anggota TRA yakni Muslim, Tgk Rozi, Samsul dan Mus kepada masyarakat setempat. Keempat oknum TRA itu dituduh warga menganut aliran sesat.

Kepala Desa Blang Raya, Kecamatan Muara Tiga, Pidie, Safwan Ahmad mengatakan, sebelum bentrokan terjadi, dirinya sudah meminta agar anggota TRA tidak masuk ke Desa Blang Raya dan masalah oknum TRA itu diselesaikan di Polsek Muara Tiga.

“Saya meminta mereka tidak masuk ke desa karena warga sudah berkumpul dan saya tidak bisa menjamin keamanan maupun keselamatan mereka,” kata Safwan.

Menurut Safwan, dirinya sudah menghubungi salah seorang anggota TRA agar membatalkan niat mereka menyerahkan empat orang anggotanya. Selain itu, pihak Polsek dan Koramil setempat juga sudah meminta agar mereka tidak masuk ke Desa Blang Raya.

“Kami meminta agar mereka membatalkan niat mereka karena emosi masyarakat belum bisa diredam setelah ada informasi anggota TRA menyebar aliran sesat,” ungkap Safwan.

Namun permintaan Safwan tidak digubris oleh TRA bahkan mereka nekat menyerahkan anggota mereka ke warga. Saat mereka tiba di Desa Blang Raya, ratusan warga sudah berkumpul di sana dengan membawa kayu dan senjata tajam
“Sehingga terjadi adu fisik antara warga dan anggota TRA. Waktu itu warga sudah emosi semua,” jelasnya.

Akibat bentrokan itu, lima unit sepeda motor dan tiga unit mobil serta satu buah rumah milik anggota TRA hangus dibakar massa. Selain itu, tujuh anggota TRA dikabarkan kritis. Korban yang mengalami luka-luka selanjutnya di evakuasi ke Rumah Sakit Umum Sigli.

Ketujuh korban kritis yaitu Abubakar Ibrahim, Syukran, Sofyan, Musliadi, Zulfitri, Abdullah Jalil, dan Mukhtar.

Sementara itu, Dandim Pidie Letkol TNI Inf Muhammad Mahmud Sunarto, mengatakan, kasus tersebut sebenarnya sudah pernah dilakukan mediasi oleh Muspika setempat untuk penyelesaiannya.

“Tapi saat itu dua warga yang diduga menyebar aliran sesat ini tidak pernah hadir untuk memberi klarifikasi sehingga terjadi bentrok hari ini,” kata Muhammad.

Pasca kejadian itu, puluhan personil Polres Pidie dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Sementara kondisi di Desa Blang Raya berlangsur normal.(dtc)
Foto :Ilustrasi/Net/

News Feed