oleh

Anggota OKP vs Oknum Brimobdasu, Polisi Masih Dalami Kasus

OKEBUNG |
Pasca pertikaian yang terjadi di Diskotique dan Karaoke M3 Thamrin Plaza Medan, pihak organisasi kepemudaan (OKP) yang sebelumnya dilaporkan oleh oknum Brimob Poldasu ke Polsekta Medan Area dalam sangkaan melakukan pengeroyokan dan penganiayaan, kali ini pihak OKP tersebut juga melaporkan kasus ini ke Mapolresta Medan.

“Hingga saat ini, kita masih mendalami kasus pertikaian tersebut, karena ada dua versi. Pasalnya, pihak Ganda (OKP) juga membuat laporan,” ucap Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram, Senin (24/11/2014) sore.

Jadi,kata Wahyu, kedua belah pihak yang bertikai saling melapor satu sama lainnya. Sementara itu, Ketua OKP Medan Labuhan, Ganda Simbolon mengatakan, dirinya membuat laporan karena merasa dirinya menjadi korban penganiayaan oleh oknum polisi itu.

“Ini kasus perkelahian, kenapa saya yang menjadi tersangka, kalau saya masuk, oknum polisi itu juga harus masuk, karena saya juga dipukul, dan teman saya babak belur, semua sama di mata hukum, jangan ada pilih bulu,” tegas Ganda saat membuat laporan di Polresta Medan.

Ganda mengakui, dia mengetahui kalau dirinya sudah berstatus sebagai tersangka, saat 20 unit mobil petugas gabungan Polresta Medan dan Poldasu mengepung rumahnya di kawasan Belawan, Minggu (23/11/2014) sore kemarin.

Dijelaskannya, keributan di Diskotique M3 berawal saat dia bersama temannya lagi melepaskan kejenuhan dengan menikmati dentuman musik untuk menghabiskan masa akhir pekan. Namun, pada Minggu (23/11/2014) sekira pukul 05.00 WIB, musik secara mendadak dimatikan operator.

Spontan saja, Ganda menemui operator M3 untuk menanyakan alasan dihentikannya dentuman musik tersebut. Sang operator pun balas menjawab kalau Manajer M3 yang bernama Edi memerintahkan agar seluruh ruangan Karaoke musiknya dihentikan mengingat waktunya sudah habis, dan tidak mengijinkan perpanjangan waktu. Akibatnya, terjadi cek cok mulut antara ketua OKP dan Manajer M3 tersebut.

“Meski demikian, bill tagihan tetap kami bayar, lalu kami pergi meninggalkan lokasi Karaoke M3,” terang Ganda.

Namun, saat berada di parkiran bawah, Ganda cs didatangi oleh seorang pria yang mengaku pengawas M3 yang belakangan diketahui merupakan anggota Brimob, Brigadir Dani.

“Pas kami mau pulang, tiba -tiba didatangi seorang pria yang mengaku anggota polisi, dia nanya mana yang namanya Ganda, sembari mengucapkan kalau aku sok hebat, yang langsung kubalas aku yang namanya Ganda. Akhirnya kami pun terlibat cekcok mulut, saat itu dia ngancam mau keluarin senjatanya,” ujar Ganda .

Karena merasa diancam, Ganda dan anggotanya pun sempat terlibat aksi dorong-dorongan. “Ketika terjadi pertikaian itu,senjata api anggota polisi tersebut terjatuh, kawan kami pun dipukulinya hingga babak belur, kami buat laporan karena oknum polisi memutar balikkan fakta. Kami juga buat laporan karena ada rekaman CCTV, disitu kelihatan mana yang benar dan salah,” bebernya.

Sementara itu, Kapolsek Medan Area AKP Yudi Prianto,Senin (24/11/2014) sore mengatakan, anggota Brimob yang mengaku jadi korban pengeroyokan dan penganiayaan sekelompok pemuda dari OKP tersebut sudah membuat laporannya ke Polsekta Medan Area.

“Dalam kaitan itu, kita sudah memeriksa 9 orang saksi diantaranya, sekurity dan karyawan M3. Dan disaat kejadian, kita juga sempat mengamankan salah seorang pria yang merupakan anggota kelompok pemuda tersebut dari ruang karaoke yang saat itu dalam keadaan mabuk.
Namun, yang bersangkutan tidak kita tahan karena tidak terbukti keterlibatannya,” ucap Yudi. (is)
Foto:ilustrasi\

News Feed