oleh

Anggota DPRD Bontang Kunjungi Kantor Walikota Medan

OKEBUNG
Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S,Msi diwakili Staf Ahli Bidang Hulkum dan Politik,Marah Husin Lubis,SH menerima kunjungan
kerja DPRD Komisi 1 Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur, Kamis
(12 /02/2015) di Ruang Rapat 1 Kantor Walikota Medan.

Beberapa anggota DPRD Kota Bontang yang melakukan kunjungan kerja antara lain Agus,Bilher Hutahaen, Abdul Malik, Setiyoko Waluyo , Sulhan dan Syahril
staf.

Marah Husin Lubis, sangat apresiasi atas kedatangan rombongan DPRD Kota Bontang Ke Kota Medan dalam hal kunjungan kerja, “ Selamat datang di kota Medan dan selamat menikmati kuliner dan wisata kota Medan”.” ungkap Marah Husin.

Selain itu, Walikota Medan dalam sambutannya yang dibacakan
melalui Marah Husin menjelaskan sekilas tentang kota gambaran kota
Medan yakni, Kota Medan yang juga adalah ibukota Provinsi Sumatera
Utara dengan luas kota 26.510 Hektar, terdiri dari 21 Kecamatan dengan 151 Kelurahan dan 2001 Kepala Lingkungan Kota Medan mempunyai penduduk tetap lebih kurang 2,9 juta jiwa yang terdiri dari berbagai suku,etnis dan agama, namun selalu tetap hidup berdampingan.

Bahkan, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir ini kota Medan
memang sedang bergiat dalam melakukan perubahan dan pembangunan demi terwujudnya visi dan Misi kota Medan. Segala upaya tersebut dapat membuahkan hasil sedikitnya 43 penghargaan telah diperoleh dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Oleh,Marah Husin, mengharapkan lewat pertemuan ini dapat meningkatkan hubungan kerja dan silaturrahmi, sekaligus menjadi momentum bagi kita bertukar informasi dan pengalaman, untuk dapat memanfaatkan dalam rangka mengembangkan upaya penyempurnaan penyelenggaraan pelayanan publik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kunjungan kerja itu, oleh Agus, selaku pimpinan rombongan
DPRD komisi 1 Kota bontang mengatakan kedatangan mereka ke Kota Medan untuk melakukan kunjungan kerja dan studi banding dibidang penataan asset dan mengenai pembebasan dan pemilikan tanah.

Sementara itu,pimpinan rombongan
DPRD Komisi 1 Kota Bontang itu menjelaskan, jika Kota Bontang masih berusia muda baru 15 tahun hanya memiliki daratan 30% dari luas wilayah, dari potensi wilayah darat yang sangat minim ini sangat
sulit bagi kami melakukan pembebasan tanah untduk pengembangan pembangunan kota, termasuk pembangunan Ruang Terbuka hijau (RTH).

“Untuk itu kami datang ke kota Medan mencari solusi dan perbandingan cara pembebasan tanah masyarakat demi pelaksanaan pembangunan berkelanjutan.Kami yakin kota Medan mempunyai sistem dan cara tentang pembebasan tanah masyarakt, karena kota Medan jauh lebih tua dari kota Bontang, yang kini Kota Medan berusia 424 tahun.

Selain itu,kami akan belajar dari pemerintah kota Medan tentang penataan Asset Pemerintah
Daerah” Ujar Agus. ( Ad)

News Feed