oleh

Anak Polisi Tewas Tertembak Tiga Peluru di Gowa

OKEBUNG
Rocky Ronny (17)tewas setelah terkena tembakan peluru di Jalan Agus Salim samping kantor Bupati Gowa, Sabtu (10/01/2015) sekitar pukul 03.00 WITA.

Pelajar SMA 1 Je’ne Tallasa, Gowa, ini tewas setelah tiga peluru menerjang tubuhnya.

Seperti dikutip dari kompas.com, Peluru menembus kepala (dari hidung ke belakang) putra kedua Aiptu Dicki Ronny Worang itu. Betis dan lengan kanannya juga terkena tembakan.

Selain korban tewas, penembakan yang diduga oleh oknum polisi juga melukai rekan Rocky, Bohari (40).

Bohari terkena tembakan di bagian bokong belakang kiri dan kanan tembus ke depan. Saat ini korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Data diperoleh,insiden maut tersebut berawal saat korban melintas di Jalan Agus Salim. Ia bersama dua teman lainnya menumpangi dua motor secara berboncengan. Namun tiba-tiba kedua korban terkena tembakan.

Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Namun karena kondisi parah, nyawa Rocky tak bisa tertolong.

Aiptu Dicky Rony mengatakan, awalnya tidak tahu bahwa anaknya meninggal karena terkena tembakan. Dia hanya mendapatkan kabar bahwa putranya tersebut meninggal karena kecelakaan.

Sementara itu, orangtuanya juga mendapatkan informasi dari rumah sakit bahwa dia meninggal karena terkena busur.

“Sementara teman korban ini juga menerima kabar setelah dihubungi oleh seseorang melalui HP milik korban no 089663420547 pada pukul 04.00 Wita dengan mengatakan, kamu ke rumahnya Rocky sampaikan orangtuanya kalau Rocky sekarang ada di RS Wahidin habis kecelakaan,” kata Rony menirukan kabar tersebut, di Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, Sabtu (10/01/2015).

“Awalnya kami tahu, sehingga pukul 9.00 Wita, kami langsung ke rumah sakit ambil jenazahnya untuk dimandikan,” ungkap Rony.

Rony menceritakan, saat dimandikan, ayah korban yang bertugas di bagian Ops Polsek Bontonompo mengecek jenazah anaknya.

“Saya kaget karena melihat di dekat hidungnya berlubang dan mengeluarkan darah dan saya bilang ini luka tembak harus diproses,” kata Rony.

Atas kejadian itu, sekitar pukul 11. 00 Wita, almarhum pun dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum guna mengetahui penyebab kematian anaknya.(kps\net)

Foto|ilustrasi\

News Feed