oleh

Amerika Kucurkan 425 Juta Ddolar Untuk Bangun Super Komputer Tercepat

OKEBUNG|
Departemen Energi Amerika Serikat menghabiskan 425 juta dolar AS untuk riset komputasi skala ekstrim dan membangun dua super-komputer yang akan menjadi komputer tercepat serta riset ilmu-ilmu dasar dan senjata nuklir.

Departemen Energi memberikan 325 juta dolar AS untuk membangun super-komputer “Summit” di Oak Ridge National Laboratory di Tennessee dan “Sierra” di Lawrence Livermore National Laboratory, California.

Sebanyak 100 juta dolar AS lainnya akan diberikan untuk riset teknologi “skala ekstrim komputasi super” sebagai bagian dari program yang disebut FastForward2, kata Departemen Energi Amerika Serikat dalam siaran pers, Jumat (14/11),melansir pemberitaan antaranews.com.

Komputer super yang dibuat dengan komponen dari IBM, Nvidia dan Mellanox akan lima sampai tujuh kali lebih cepat dari komputer paling cepat Amerika Serikat saat ini.

Summit dan Sierra akan beroperasi dengan kecepatan masing-masing 150 petaflop dan 100 petaflops, lebih cepat dibandingkan dengan super-komputer teratas dunia Tianhe-2 di Tiongkok yang kecepatannya 55 petaflop, kata Nvidia dalam siaran pers terpisah.

IBM membangun super-komputer pertama untuk mencapai kecepatan satu petaflop, ukuran tepat tentang bagaimana kecepatan komputer menghitung, pada 2008, juga untuk Department Energi Amerika Serikat.

Para peneliti di seluruh dunia akan bisa mendaftar untuk menggunakan komputer Summit. Badan Keamanan Nuklir Amerika Serikat akan menggunakan Sierra “untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan efektivitas pencegahan nuklir tanpa pengujian,” kata Nvidia.

Nvidia yang berbasis di Santa Clara, California, dikenal dengan chip grafis personal komputer canggih oleh para pemain game. Dalam beberapa tahun terakhir mereka mengembangkan versi lebih canggih dari chip untuk pemrosesan paralel pada super-komputer dan pusat data.

Perusahaan itu juga bekerja bersama IBM untuk mengembangkan chip masa depan untuk pelanggan perusahaan kelas atas, demikian seperti dilansir laman kantor berita Reuters.(net)
Foto:ilustrasi

News Feed