oleh

“AKU INGIN DIPELUK TENTARA” KAPAN BAPAK DATANG LAGI, BAPAK SUDAH AJARI MENGAJI ANAK-ANAK

By. Ryan Noer Sinaga


“Jika hari ini adalah hari terakhir untuk kami, maka hari ini ingin kami habiskan bersamamu bapak-bapak Tentara yang gagah perkasa”, kami tentu akan merindukanmu tentara, sampai kapanpun, kami tetap ingat budi baik dan jasa kalian semua”berkat bapak-bapak tentara anak-anak kami bisa mengaji dan taat beribadah”.

“Jika untuk menyentuhmu, bercanda kami tidak bisa lagi, maka biarkanlah kami semua hanya memeluk bayangan dirimu saat jejak langkahmu semakin jauh membelakangiku.

Ungkapan kata-kata kiasan diatas menggambarkan betapa sedihnya ibu-ibu yang berdomisili di wilayah Korong Nagari Bukik Jariang Guguak Hilir, Kec Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), saat ditinggalkan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 Kodim 0308/Pariaman.

“Terkadang, air mata lebih mengerti apa yang kita rasakan, dari pada telinga yang mendengarkan cerita yang kita ucapkan”. Begitulah hari-hari terakhir perpisahan antara personel Satgas TMMD dengan warga masyarakat Korong Bukik Jariang

Terkadang, menangis itu bukan berarti lemah, tapi karena kami ingin mengeluarkan ucapan kata-kata yang berat dikeluarkan dari bibir melihat kepergian kalian semua bapak-bapak tentara.Kami tentu akan rindu sekali dengan kalian semua, kami akan jadikan anak cucu kami menjadi tentara. Karena engkau (Tentara) benar-benar impian kami selama ini. Kalian (Tentara) benar-benar wujud manusia benar-benar peduli sekali dengan Rakyat. Dimana pun kalian berada kami tetap mendoakan agar kalian (Tentara) dalam keadaan sehat selalu dan selalu dilindungi Allah SWT. Kapanpun bertemu kami akan selalu menghormati kalian bapak-bapak tentara.

Karena engkau (Tentara) anak-anak kami bisa mengaji, bertambah akhlak baiknya,bertambah wawasannya. Karena engkau putra-putra kami yang selama ini buta wawasan kebangsaan (Wasbang) sekarang jadi mengerti. Terima kasih bapak-bapak Tentara. “Engkau tetap selalu dihati kami sampai kapanpun”

Begitulah kiasan yang terpancar diwajah para warga masyarakat Korong Bukik Jariang tatkala Satgas TMMD meninggalkan kampung terisolir di wilayah Kab Padang Pariaman.

Kehadiran 150 prajurit TNI tiga matra yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-104 Kodim 0308/Pariaman di wilayah Kampung Korong Bukik Jariang sejak, Selasa 26 Februari 2019 lalu hingga 27 Maret 2019,ternyata manfaatnya sangat dirasakan masyarakat yang sebagian besar mengais rupiah dari hasil pertanian tersebut.

Bayangkan saja,impian masyarakat mendambakan pembangunan infrastruktur seperti jalan, Mesjid, Mushola dan jembatan selama ini akhirnya terwujud berkat hadir TNI dalam Program Lintas Sektoral TMMD ke-104.Dengan berbekal keahlian dan kerja nyata akhirnya prajurit TNI berhasil “menyulap” kampung tersebut menjadi bagus sehingga tingkat perekonomian masyarakat meningkat pesat.

Yang sebelumnya masyarakat harus berjalan sejauh 6 Km menyusuri pinggiran sungai dangkal bebatuan untuk keluar kampung, kini sejak hadirnya TNI jalannya sudah tidak melalui sungai. Melainkan jalan bagus yang telah dibangun TNI.

“Sebelumnya anak-anak kami kalau mau sekolah terpaksa jalan kaki, dan berdagang pun terpaksa jalan kaki keluar kampung. Sekarang gampang sudah ada jalan bagus yang dibuat tentara dagangan kami seperti kelapa harganya jadi naik dan anak-anak sekolah gampang kesekolah karena kendaraan sudah bisa digunakan melalui jalan baru, “ungkap
Ernawati (35 tahun) yang memiliki lima anak ini kepada okebung. com.

Kehadiran prajurit TNI dikampung tersebut dalam rangka mengakselerasi pembangunan dan mewujudkan ketahanan nasional. Untuk itu TNI AD menggelar secara serentak TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -104 tahun 2019 di 50 kabupaten/kota,72 Kecamatan dan 77 Desa dengan tema TMMD kali ini bersinergi dengan Kementerian Agama (Kemenag) “Melalui TMMD kita tingkatkan kebersamaan umat serta semangat gotong-royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna mewujudkan ketahanan nasional”

Kegiatan TMMD yang dilaksanakan juga untuk menggelorakan semangat gotong royong dan mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat. Kegiatan TMMD yang merupakan program terpadu lintas sektoral, melibatkan berbagai komponen bangsa lainnya seperti Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (K/LPNK), Pemda, Keluarga Besar TNI (KBT), mahasiswa, Ormas serta segenap lapisan masyarakat yang ada di daerah.


Hadirnya prajurit TNI dalam Program TMMD Kodim 0308/Pariaman Korem 032/Wbr Kodam I/Bukit Barisan di wilayah yang benar-benar butuh pembangunan infrastruktur segala bidang. Diwilayah Korong Bukik Jariang Nagari Guguak Kuranji Hilir Kec Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) ini benar-benar sangat dirasakan masyarakat disana.

Di perkampungan terisolir ini,150 prajurit TNI Tiga Matra yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD mengabdikan dirinya selama sebulan kepada Rakyat. Para prajurit yang biasanya memegang senjata api yang jago perang,jago beladiri, jago tembak dan profesional itu terpaksa harus rela pisah meninggalkan keluarganya demi mewujudkan pembangunan merata dan sejahterakan rakyat.

Dengan segala kegiatan sasaran fisik dan non fisik,Dansatgas TMMD Kodim 0308/ Pariaman Letkol Arm Heri Pujiyanto. S. Sos beserta 150 anggota Satgas bekerjasama dengan Pemkab Padang Pariaman dan masyarakat setempat bermandikan peluh dan melawan hujan,panas dan lumpur tanpa kenal lelah membangun infrastruktur di perkampungan sebagian besar penduduknya mengais rupiah dari hasil komoditi kelapa itu.

Selama sebulan, personel Satgas menginap dirumah keluarga asuh untuk berbaur bersama demi meningkatkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat. Sejak terbitnya matahari, personel Satgas TMMD Kodim Pariaman mulai membantu keluarga asuh. Ada yang bantu memasak sarapan pagi, ada juga yang bersihkan rumah dan pekarangan.

Masuk pukul 07.00, personel Satgas apel pagi yang dipimpin Dan SSK TMMD Kodim Pariaman Kapten Arm Azral Koto. Apel pagi pembagian tugas dan arahan ini tetap dilaksanakan selama berlangsungnya TMMD.

Inilah bukti pengabdian tentara. Meski kadang hujan, kadang panas terik, anggota Satgas tetap semangat walau bermandikan peluh, inilah pengabdian dan bhakti yang ditunjukkan Satgas TMMD Kodim Pariaman dalam mewujudkan mimpi masyarakat untuk memiliki akses jalan dan jembatan penghubung antara ke dua kecamatan. Tak hanya itu saja,Satgas juga mengerjakan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) menjadi layak huni yang bagus, rehab Mesjid Bukik Jariang yang puluhan tahun tidak memiliki akses jalan bagus menuju mesjid dan tidak memiliki MCK.

Kemudian rehab Mushola,pembuatan MCK Mushola,pembuatan jembatan plat dan gorong-gorong serta kegiatan non fisik seperti penyuluhan hukum,bela negara, wasbang, penyuluhan peternakan dan pertanian serta penyuluhan agama yang benar-benar memantapkan kerukunan antar umat beragama.

Hari demi hari personel Satgas mengerjakan sasaran fisik tanpa mengenal lelah walaupun dibawah terik matahari yang menyengat dan bermandikan peluh,anggota Satgas TMMD ke- 104 Kodim Pariaman terus melakukan kegiatan sasaran fisik agar tuntas tepat waktu yang ditentukan.

“Kegiatan fiisk TMMD ini, kami (TNI) melibatkan seluruh komponen masyarakat yang ada disini guna lebih mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar serta untuk lebih meningkatkan Kemanunggalan TNI dengan rakyat dan bangkitkan kembali semangat gotong royong warisan nenek moyang bangsa Indonesia, “ujar Dansatgas TMMD Kodim 0308/Prm Letkol Arm Heri Pujiyanto.S. Sos kepada okebung. com.


Selama sebulan prajurit TNI berbaur dengan masyarakat. Siang kerja sasaran fisik, malamnya ada yang mengajar mengaji anak-anak, mengajar pelajar sekolah SD,ada juga yang memberikan pencerahan agama di Mesjid sekaligus menjadi imam sholat berjamaah.

Selain itu, meskipun sesibuk apapun, personel Satgas beragama Islam tetap melaksanakan ibadah sholat berjamaah bersama masyarakat. Azan berkumandang personel langsung hentikan pekerjaan beranjak ke Mesjid untuk ibadah.

Tak hanya itu saja, dalam kegiatan non fisik, TNI bekerjasama dengan Pemkab Padang Pariaman memberikan penyuluhan pertanian, peternakan,penyuluhan agama,Wasbang dan Bela Negara, hukum,penghijauan, pengobatan gratis door to door dan lainnya.

Pada penyuluhan pertanian masyarakat dibekali tata cara menggunakan Bios44 ciptaan Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo (Danrem 032/Wbr). Hadirnya Bios44 dikampung tersebut sangat diterima masyarakat karena hasil pertanian, perikanan dan peternakan berkembamg berkat Bios44 tersebut.

Yang tidak kalah menariknya dalam kegiatan TMMD Kodim 0308/Pariaman ini adalah merehab Mesjid Bukik Jariang dan Mushola. Sebelumnya, puluhan tahun masyarakat setempat kalau mengambil air wudhu ke sungai dan jalan menuju mesjid melalui persawahan jalan setapak. setelah Letkol Arm Heri Pujiyanto. S. Sos hadir kekampung tersebut, Mesjid tersebut sekarang ini jadi bagus permanen memiliki MCK yang layak dan jalan bagus sehingga masyarakat beragama Islam yang ibadah ke mesjid tersebut menjadi nyaman berkat TNI.

Sedangkan untuk rehab Mushola Darussalam, Satgas membangun baru diatas perbukitan kampung dengan bagunan yang bagus. Dengan bagusnya Mushola anak-anak menjadi nyaman belajar mengaji.

“Makasih ya om, kami sudah punya mushola bagus, kami jadi enak dan nyaman mengaji,karena om tentara kami bisa mengaji dan taat ibadah, “ungkap pelajar SD kelas III, Nanda yang sehari-harinya dipanggil ujang.

TMMD di wilayah Kodim 0308/Pariaman ini cukup menantang dan ekstrem lokasinya sehingga tiga jendral TNI mengunjungi lokasi tersebut untuk melihat langsung hasil pekerjaan fisik Satgas. Ketiga jenderal tersebut yakni. Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo,Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Poernomo, dan Tim pengawasan dan evaluasi (Wasev) dari Kemhan yang dipimpin Brigjen TNI Herman Djatmiko. Ketiga jenderal TNI tersebut sangat bangga dan apresiasi terhadap hasil kerja Satgas TMMD Kodim 0308/Prm.

Kini, hasil kerja selama sebulan prajurit TNI (Satgas) dikampung tersebut membuahkan hasil sehingga masyarakat sudah senang dan benar-benar memanfaatkannya. Sepeninggalan personel Satgas banyak masyarakat yang menangis.Linangan airmata membasahi pipi para warga yang khususnya anak-anaknya diajari mengaji oleh personel Satgas TMMD. Mereka sedih,tidak mampu kuasa menahan airmata sehingga banyak yang ingin memeluk tentara saat menyalami dan pamitan kepada warga.

“Kami ingi memelukmu, kapan bapak tentara datang lagi,Ya Allah berikanlah kesehatan kepada bapak-bapaj tentara yang telah berjasa membangun kampung kami dan telah membantu mengajari ngaji anak-anak kami, berkat bapak-bapak tentara anak-anak kami menjadi taat ibadah, “ungkap Nek Kundwe (65).

“Kehadiranmu dikampung kami benar-benar sangat bermanfaat dunia akhirat.Hadirmu yang sesaat, seakan-akan merasakan waktu yang berabad, kami tidak pernah melupankamu tentara, “. Selamat bertugas bapak-bapak tentara, TNI tetap dihati kami sampai kapanpun. (By okebung)


Tulisan ini untuk dilombakan dalam Karya Tulis TMMD ke-104

News Feed