oleh

AKU ANAK TNI,HIDUP MENGABDI UNTUK TNI, DIRGAHAYU TNI ,PENGABDIANMU TIADA NILAI & TANPA BATAS

OLEH : RYAN NOER SINAGA

(Tulisan Ini Kado Buat HUT ke-75 TNI)

SETIAP orang sejatinya membutuhkan kata Motivasi kiat sukses belajar dan prestasi untuk mencapai tujuan hidupnya dengan baik. Namun, kadangkala hal tersebut dikesampingkan oleh beberapa pihak. Dianggap tidak penting atau hanya buang buang waktu saja. Namun, pada kenyataannya Motivasi adalah sesuatu yang sangat penting untuk menumbuhkan sekaligus meningkatkan semangat hidup dan semangat juang seseorang.

Keberadaan motivasi dapat memunculkan suatu Kekuatan Baru untuk menghadapi segala permasalahan hidup. Begitupun dengan permasalahan dalam hal pembelajaran dan jalan untuk mencapai suatu prestasi. Dengan adanya motivasi yang tinggi terhadap kedua hal tersebut, maka ke depan masa depan yang cerah akan menjadi suatu keniscayaan.

Seperti hal-nya yang terjadi pada penulis, berkat dukungan dan motivasi yang diberikan rekan-rekannya dari TNI, dirinya berhasil mengabdi kepada TNI. Pengabdian dirinya melalui mempublikasi kegiatan jajaran TNI seluruh Indonesia.

Kita ketahui saat ini TNI telah memasuki usia ke-75,dengan usia semakin tua tersebut, TNI semakin profesional dan semakin banyak tugas dan tanggung jawabnya kepada negara. Tugasnya semakin komplek sehingga prajurit TNI yang Multi Fungsi dan Talenta harus berjuangan dan berjuang demi Rakyat dan Negara.

Dahulu, saat almarhum ayahku masih hidup,TNI ditugaskan menjadi pasukan perdamaian dunia, tugas melawan pemberontak di Aceh (GAM), di Dhili Timor-Timor dan tugas lainnya seperti Abri Masuk Desa (AMD, sekarang TMMD).

Kini tugas dan tanggungjawab TNI semakin banyak, semakin komplek. Meskipun begitu TNI tetap disenangi dan semakin dicintai Rakyat. Buktinya kian hari semakin banyak anak bangsa yang masuk menjadi prajurit TNI.

Seperti saat ini, TNI terus berupaya melakukan pencegahan, penekanan wabah
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)yang tengah melanda di Wilayah Negara Kesatuan Indonesia (NKRI). Dengan berbagai cara dan cara terus dilakukan melaksanakan kegiatan guna mencegah menyebarannya Virus Corona.

Kadang, disaat malam tiba aku sedang menulis berita Meneteskan Airmata melihat berita yang masuk ke email dan via whatsapp. Berita yang masuk 98 persen kegiatan TNI menjalankan Operasi Yustisi Protokol Kesehatan, Pembagian Masker,himbaua dan himbauan setiap saat.

Aku sedih melihat kondisi di wilayah NKRI,sedih dan sedih melihatnya karena dimasa pandemi Covid-19,meskipun harus mempertaruhkan nyawa, TNI tetap terdepan melaksanakan sosialisasi,Operasi Yustisi Protokol Kesehatan dan kegiatan lainnya mencegah penyebaran Covid-19.

Mulai usai apel pagi hingga esok harinya TNI terus berjuang dan berjuang melawan nyawa dalam melaksanakan tugasnya. Prajurit TNI, khususnya para Babinsa harus rela meninggalkan keluarganya demi tugas melawan Covid-19 yang mematikan dan tidak kelihatan itu.

Meskipun masih banyak masyarakat yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan, bagi TNI tetap terus menjalankan tugasnya mencegah penyebaran Covid-19 dengan berbagai kegiatan yang diperintahkan Komando Atas.

Pandemi Virus Corona saat ini masih belum berakhir di Indonesia dengan kasus terinfeksi sudah mencapai ribuan orang dan tidak sedikit pula yang berakhir dengan meninggalnya akibat serangan virus tersebut. Namun prajurit TNI bersinergi dengan Instansi terkait terus bekerja san bekerja hingga Covid-19 sirna dari Bumi Pancasila.

TNI dilahirkan dari “Rahim” rakyat Indonesia. Karena itu, TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat. Hubungan TNI dan rakyat ibarat ikan dan air, Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI,”

Kita ketahui bahwa TNI dikenal sebagai pasukan militer yang mempunyai kemampuan seperti Jago Perang, Jago Tembak, Jago Beladiri dan Jago Navigasi untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari Invasi Negara Asing yang ingin merongrong Negeri ini. Namun dimasa damai, TNI dituntut untuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang (OPMS) yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup rakyat Indonesia.

Melalui kegiatan Bhakti TNI, demi kesejahteraan rakyatnya TNI harus mampu silangkan senjata dan menggantinya dengan berbagai macam perkakas guna membantu Pemerintahan Daerah (Pemda) dalam membangun infrastruktur dan sarana prasarana yang menjadi kebutuhan masyarakat banyak.

Tuntutan tugas yang begitu besar, membuat anggota TNI dituntut harus Multi Talenta dalam berbagai bidang.

Prajurit TNI dapat diartikan merelakan dan memberikan seluruh jiwa dan raga untuk bekerja atau melakukan sesuatu sematamata hanya atas dasar keinginan tanpa berharap menerima apapun lagi tanpa batasan tertentu sampai kapanpun dan dimanapun.” Pengabdian tanpa batas tersebutlah yang seharusnya dimiliki oleh anggota TNI”

Pengabdian dan rasa cinta tanah air sudah harga mati bagi prajurit TNI.
Pengabdian dan kesetiaan tanpa batas
prajurit TNI dalam misi kemanusiaan sungguh sangat mulia dan sangat membantu rakyat.Dan misi kemanusian merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi prajurit TNI yang ditugaskan.Seperti saat ini, TNI melawan Corona, melawan dan melawan hingga Corona bisa musnah.

Demi Rakyat,rela tinggalkan keluarga, tanpa mengenal menyerah dan tidak mengenal waktu bagi prajurit TNI untuk mengabdikan dirinya ke pangkuan ibu pertiwi.

Seperti saat ini, ratusan ribu prajurit TNI dari Tiga Matra (TNI AD, AL dan AU) bersinergi melawan Covid. Sinergi dan Soliditas Tanpa Batas menjadikan TNI semakin dicintai dan disayangi Rakyat.

Sinergi Untuk Negeri dibuktikan dalam Melawan dan Memerangi Wabah Virus Corona ,guna menyelamatkan Rakyat. Mereka tunjukan pengabdiannya, tunjukan pengabdian tanpa batas, tugas dan dharma bhaktimu tiada nilai dan tanpa batas. BRAVO.. TNI, ENGKAU PENJAGA NKRI, PENJAGA PANCASILA,PELINDUNG RAKYAT, TUGASMU UNTUK BUMI PERTIWI SELALU DIIRINGI DO’A DARI RAKYAT INDONESIA.

“DIRGAHAYU TNI, AKU BANGGA MENJADI ANAK TNI, AKU TETAP MENGABDI DENGAN KARYAKU KEPADAMU”

News Feed