oleh

Adelia Model Medan yang Tewas Saat Penggerebekan Polisi Ternyata Anak Semata Wayang

OKEBUNG|
Adelia Friska (24)warga Jalan Marelan Raya,Gang Manggis C,Kel Tanah Enam Ratus,Kec Medan Marelan yang tewas akibat melompat dari lantai VI,Kamar 603 Hotel Grand Kanaya Jalan Darussalam Medan pada,Rabu (06/05/2015) sekira pukul 22.00 WIB,dimakamkan di area pemakaman umum di Gang Pusara Marelan,Kamis (07/05/2015) siang.

Berdasarkan keterangan diperoleh okebung.com dari rekan korban,M Fadli (19)warga Jalan Pesantren Sunggal /Jalan Rajawali Medan yang turut diamankan petugas unit Reskrim tim 74 Polsek Medan Baru didepan kamar 603 Hotel Grand Kanaya menyebutkan bahwa korban adalah seorang model agency Medan-Jakarta.

“Adel model Medan bang,kadang dia juga ke Jakarta bang,”ujar Fadli kepada okebung.com,Rabu (06/05/2015) malam dilokasi penangkapan.

Informasi diperoleh menyebutkan bahwa korban sudah lima bulan menjadi model dan korban anak semata wayang.

Diberitakan sebelumnya,Adelia Friska (24),tewas akibat jatuh dari lantai VI kamar 603 Hotel Grand Kanaya Jalan Darusalam Medan.

Jatuhnya korban yang merupakan seorang model di Medan ini diduga karena ketakutan ditangkap petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan saat melakukan penggerebekan dikamar tersebut.

Dalam penggerebekan itu,petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan mengamankan,Doni Satria (38) warga Jalan Gaperta /Jalan Imam,Gang Manja Lingkungan III Kel Tanjung Gusta,Kec Helvetia,dan Adrian Siahaan (23)warga Jalan Gurilla,Kec Medan Perjuangan.

Namun,dari keduanya tidak ditemukan barang bukti sehingga membuat petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan selama sejam mencari barang bukti didalam kamar 603 dimana korban Adel melompat hingga tewas jatuh kebawah.

Dari dalam kamar 603 Hotel Grand Kanaya,petugas Sat Res Narkoba berhasil mengamankan satu pucuk senjata replika Air Softgun,dan sebilah pisau.

Sementara,barang bukti sabu-sabu ditemukan dari dalam saku celana jeans milik tersangka,Muhamad Fadli (21) warga Jalan Pesantren Kecamatan Medan Sunggal/Jalan Rajawali Medan.

Ketangkapnya tersangka M Fadli berawal,ketika seorang wartawan curiga dengan keberadaan tersangka berkaos biru dengan wajah pucat dan gemetaran berada didepan kamar hotel.

Saat ditanya,dirinya mengaku gugup dan ketakutan lantaran beralasan melihat korban jatuh dari lantai 6,ketika dirinya melintas hendak masuk hotel.

“Aku shock bang karena melihat cewek itu jatuh dari atas pas aku lewat masuk hotel ini bang,”akunya sembari minta tolong dicarikan aqua.

Ketika ditanya wartawan,mengapa dirinya bisa berada dilokasi tersebut.Pria berkaos biru ini mengaku bahwa dirinya datang ke lantai VI mau temui pak Iwan. Dirinya disuruh menjemput pak Iwan dilantai VI Hotel Grand Kanaya.

Namun,saat ditanya dikamar berapa pak Iwan nginap,dirinya gugup dan berkilah hanya disuruh ke lantai VI saja.

“Aku datang kemari mau jemput pak Iwan bang,aku supir rental.Dan hanya disuruh menjemput dilantai VI saja,”kilahnya kepada okebung.com.

Kecurigaan sang kuli tinta semakin kuat dengan pria berkaos biru bahwa dirinya ada ikut dengan tersangka Doni dan korban serta Adrian.Atas kecurigaan tersebut sang kuli tinta pun mengaitkan dengan petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan saat menggiring Doni dan Adrian kedalam kamar 603,ketika hendak menggeledah .Saat itu,petugas Sat Res Narkoba Polresta Medan hanya membawa dua pria kedalam kamar 603.Sementara M Fadli tidak digiring petugas.

Bahkan ketika ditanya salah seorang polisi yang ada disitu,petugas Sat Res Narkoba katakan bahwa M Fadli hanya saksi.

Bermodalkan itu selanjutnya sang kuli tinta langsung menjepret /foto ,tersangka sehingga tersangka semakin gugup dan menutup mukanya.Kecurigaan pun semakin kuat ketika dirinya takut difoto.Saat itu juga tersangka M Fadli langsung diwawancarai hingga akhirnya dia mengaku berterus terang memang kenal dengan korban Adelia dan Doni serta Adrian.

“Memang kami sama tadi bang,pas datang penggerebekan Adel melompat karena takut ditangkap bang,lalu kami dibawa keluar,”akunya.

Selanjtnya,sang kuli tinta memanggil petugas Tim 74 Unit Reskrim Polsek Medan Baru untuk memeriksa M Fadli.Saat digeledah ternyata ditemukan sabu-sabu dalam bungkusan disimpan didalam saku kecil celana jeans Fadli.

Usai ditemukan selanjutnya tersangka M Fadli diboyong kedalam kamar dan kamar 603 pun langsung ditutup petugas.

Usai diamankan petugas,ketiganya diboyong petugas Satres Narkoba Polresta Medan turun dari pintu lift dan keluar dari pintu belakang hotel,kemudian ketiganya diboyong ke Mapolresta Medan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan,terlihat puluhan petugas polisi turun kelokasi kejadian.Tim Inafis dari Polresta Medan jua turun guna melakukan olah TKP.

Terlihat juga Kapolsek Medan Baru,Kompol Ronny Nicholas Sidabutar,Kanit Reskrim Iptu Pol Oscar,Panit Reskrim Ipda Harjuna Bangun,Wakasat Res Narkoba AKP Rosyid serta beberapa perwira Polresta Medan hadir dilokasi kejadian.

Sementara itu,ratusan warga berikut rekan-rekan korban memadai lokasi jatuhnya korban.

“Mereka nginap disini sejak tanggal 02 Mei 2015,dan rencananya besok chek out,”ujar salah seorang petugas hotel.[admin]

Foto|dok.okebung.com\

News Feed