oleh

Abdul Ghofur:Makam Nabi Milik Umat Islam di Dunia, Jangan Dipindahkan

OKEBUNG|
Terkait adanya informasi akan dipindahkannya Makam Nabi Muhammad SAW dari Masjid Nabawi ke tempat lain,seluruh umat Islam didunia menuai protes.Salah satunya umat Islam di Indonesia.

Dekan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Abdul Ghofur, mengingatkan agar pemerintah Arab Saudi jangan semena-mena memindahkan makam Nabi Muhammad SAW dari Masjid Nabawi ke tempat lain. Ia menilai makam Nabi terakhir itu milik umat Islam dunia.

“Memang kita akui bahwa pemerintah di sana punya kuasa dalam tanda kutip, tapi harus dipahami bahwa itu adalah amanat umat Islam pada umumnya. Itu milik umat Islam seluruh dunia,” tegas Abdul Ghofur Kamis (04/09/2014)melansir pemberitaan okezone.com.

Dia mengingatkan bahwa kebetulan saja Arab Saudi diberi amanat untuk memelihara makam Rasulullah SAW.

“Kebetulan Arab Saudi ada amanat di situ, jangan semena-mena. Cendekiawan boleh berpendapat, tapi diskusi dengan yang lain, jangan hanya di Arab saudi,” tuturnya.

Sebelum memindahkan makam Rasul, Abdul Ghofur menegaskan Arab Saudi harus mengajak diskusi lebih dulu dengan negara-negara, terutama negara Islam lain. Jangan mentang-mentang sebagai penguasa mengambil inisiatif sendirian untuk memindahkan makam.

“Orang Indonesia yang mayoritas Muslim dilibatkan orang Irak atau mana dilibatkan. Jangan atas dasar penguasa, kemudian dengan sendirinya,” jelasnya .

Menurut Abdul Ghofur, wacana pemindahan makam Rasululllah SAW sebenarnya bukan kali ini saja digulirkan. Pada 1926, Pemerintah Arab Saudi juga berencana memindahkan makam Rasul.

“Kemudian ada semacam komisi mengirim utusan dari Indonesia, Wahab Hasbullah, dengan orang Mesir datang ke sana menyampaikan keberatan kita. Wong sudah anteng-anteng mau dipindahkan,” tuturnya.

Abdul Ghofur menambahkan bahwa sebaiknya makam Rasulullah SAW, Kabah, dan Masjid Nabawi dijadikan aset dunia. Artinya, tempat tersebut dikelola oleh negara-negara Islam pada umumnya.

“Karena ada juga sebelum itu, semacam mewacanakan bagaimana kalau itu tidak dikuasai oleh Saudi, dikuasai oleh negara Islam pada umumnya. Memang kenyataannya, kadang memang baik mereka menjaga, tapi ada yang tidak sama dengan lain kemudian mereka tidak diskusi dengan umat,” paparnya. (Net)

foto;net

News Feed