oleh

91 WNI dari Yaman Tiba di Tanah Air dengan Selamat

OKEBUNG |
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyambut kedatangan 91 warga negara Indonesia (WNI) yang tiba dari Yaman di Bandara Halim Perdanakesuma menggunakan pesawat milik TNI AU,Senin (13/04/2015). Sebagian WNI yang dievakuasi itu merupakan pelajar.

“Jadi pada hari ini, pesawat TNI AU berhasil membawa pulang dengan selamat 91 WNI dari Yaman. Proses berlangsung selama dua minggu. Kira-kira 11 hari, tim bekerja sangat kerjas melakukan evakuasi yang dilakukan dari Kota Salalah, Jizan dan Muskat,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi kepada wartawan di Bandara Halim, Senin (13/04/2015)demikian dilansir okezone.com.

Hingga saat ini, Pemerintah Indonesia berhasil mengeluarkan 1795 WNI dari Yaman, sedangkan sebanyak 1002 sudah sampai di Tanah Air. Sementara itu, 793 WNI masih tertahan di Salahah dan Djibouti.

“Operasi kemanusiaan ini berhasil karena kerjasama antara TNI AU, polisi, bin dan Kemenlu. Tim lapangan yang terdiri dari tim gabungan, hasilnya sangat baaik. Saya ingin mengucapkan terima kasih pada Panglima TNI, Kabin, Kasau, dan Kapolri,” demikian pernyataan Menlu Retno.

Bagi Pemerintah Indonesia, prioritas utama adalah keselamatan WNI dan evakuasi, yang masih cukup banyak di Yaman. Sebanyak 112 WNI di Aden belum berhasil dievakuasi karena kondisi keamanan di Kota Aden yang sangat buruk.

“Saat ini, WNI kita sudah masuk ke pelabuhan. Tinggal menunggu waktu untuk diangkut, namun tergantung kondisi keamanan. Kita terus menjalin kerjasama dengan dengan negara-negara lain dan ICRC. Sebab, selama evakuasi ke pelabuhan kemarin kami meminta bantuan ICRC,” sebut Menlu Retno.

Menurut mantan Dubes Indonesia untuk Belanda itu, kendala utama Kota Aden adalah faktor keamanan. Pemerintah Indonesia menunggu saat tepat untuk membawa WNI keluar dari kota itu. Sementara di Kota Taarim dan Al Mukalla, ada tantangan dari tansportasi darat.

“Meski Al Mukalla sudah ditutup, tapi tim gabungan kita sudah masuk kota itu dan Tarim. Kami sudah berbicara dengan pengurus sekolah dan meminta evakuasi ini tidak berrpengaruh pada pelajaran anak-anak. Kami sudah merancang agar tidak merugikan mereka dari sisi akademis,” pungkasnya.[admin]

Foto |dok\

News Feed