oleh

6 Tahun Beroperasi, Judi Online Antar Negara Digerebek Polresta Medan

OKEBUNG|
Enam tahun menjalankan bisnis permainan judi poker online antar negara beromzet puluhan juta rupiah perhari akhirnya digulung petugas unit VC/Judisila Polresta Medan,Sabtu (14/02/2015)sekira pukul 21.00 WIB.

Dari penggerebekan permainan judi poker online antar negara di Warnet Jati Net Jalan Kapten Muslim No 56B, Kel Sei Sikambing II, Medan Helvetia,petugas berhasil mengamankan 9 orang,diantaranya 1 pemilik,5 operator dan 3 pemain.

“Sembilan orang diamankan dari lokasi penggerebekan yang telah kita Police line itu,”sebut Kompol Wahyu Bram kepada okebung.com,Minggu (15/02/2015)malam.

Masih kata Kompol Wahyu bahwa bandar judi poker online yang kami gerebek tersebut termasuk jaringan internasional karena memanfaatkan game poker ‘turn’ pada facebook dengan meraup omset rata-rata Rp.10 juta-perharinya.

“Judi poker online antar negara yang dikelola pemiliknya sudah berlangsung selama 6 tahun dan memiliki omzet perhari mencapai Rp 10 juta,”ungkap Kompol Wahyu Bram.

Dijelaskannya bahwa dari buku Bank BCA tersebut, setiap bulannya pelaku secar rutin membeli chip dengan nilai yang terus bertambah.Awalnya,kata Kompol Wahyu senilai Rp 180 juta.Namun kini sudah mencapai Rp 330 juta.

“Intinya kalau beli chip di FB harus pake kartu kredit dan chip tersebut tidak bisa dijual lagi.Tapi entah bagaimana si bandar bisa akses ke aplikasi online untuk dapat melakukan jual beli chip tersebut,” sebut Kompol Wahyu,seraya menyebutkan aplikasi yang bisa akses ke FB aplikasi onlinenya ada di situ www .ml2extreme.com

Berdasarkan pengakuan pengelola, lanjut Kompol Wahyu, modusnya sang bandar memanfaatkan warnet yang dimilikinya untuk dijadikan server guna mengelola akun www . ml2extreme.com dan akun tersebut berfungsi untuk dapat lansung akses ke akun facebook dalam rangka mengisi ataupun mengambil chip pada facebook tanpa melalui developers game.

“Transaksi yang digunakan adalah dengan cara pemain membeli chip yang digunakan untuk bermain poker di Facebook dari bandar dengan harga Rp. 1150,- /1M chip. kemudian chip tersebut digunakan oleh pemain dan chip hasil permainan dapat dijual kepada bandar dengan harga Rp.1050/1M chip,”beber mantan penyidik KPK kepada okebung.com.

Masih kata Wahyu bahwa transaksi chip dilakukan secara langsung (transaksi tunai) maupun secara online dengan memanfaatkan sarana Yahoo! Messenger dan Mobile Banking.

“Atas kasus ini pihaknya masih melakukan pengembangan guna membongkar seluruh jaringan judi online,”tegas Kompol Wahyu.

Adapun kesembilan orang yang diamankan yakni,TM boru Butarbutar (istri pemilik) sekaligus berperan layaknya manajer operasional,dan kelima orang yang berperan sebagai operator yakni,RSSH,HET,SMT, RES,OJT.Sedangkan tiga pemain yang diamankan, Pdr,RN dan Prs.

Selain mengamankan sembilan orang tersebut,petugas polisi juga menyita barang bukti berupa,uang kontan sebesar Rp. 3.350.000,satu buah buku tulis yang berisi rekapan penjualan chip,dua unit komputer yang disita dari RSH (Operator),satu unit komputer serta uang sebesar Rp.950.000,satu buah buku tulis yang berisi rekapan penjualan chip disita dari RES,satu buah buku tulis yang berisi rekapan penjualan chip poker disita dari OJT,satu buah buku tulis yang berisi rekapan penjualan chip poker disita dari tersangka SMT,satu unit komputer disita dari Prs,satu u unit komputer disita dari Pdr.

Selanjutnya,satu unit komputer disita dari tersangka RN,10 buah buku tabungan BCA , 2 ATM Bank BCA serta 1 buah Token BCA disita dari TM boru Butarbutar.[admin]

Foto :Ilustrasi\Dok\Net\

News Feed