oleh

SUKSES OPERASI TRIKORA , KOSTRAD MENJADI KSATRIA GAGAH BERANI, MILIKI OTOT KAWAT TULANG BESI, DISEGANI LAWAN MAUPUN KAWAN

-Kostrad-13.883 views

SEJAK diproklamasikannya Negara Republik Indonesia tgl 17 Agustus 1945, maka rongrongan demi rongrongan baik dari dalam maupun dari luar negeri silih berganti berusaha untuk menghancurkan NKRI yang ditandai dengan terjadinya beberapa peristiwa di tanah air, yaitu rongrongan yang berusaha menggantikan idiologi Pancasila dan UUD 45,seperti

1.Penghianatan PKI Muso di Madiun thn 1948

2.Pemberontakan DI/TII Karto Suwiryo di Jawa Barat 1948

3.Pemberontakan APRA Westerling 1950

4.Pemberontakan Andi Azis di Makasar 1950

5.Pemberontakan Ibnu Hajar di Kalimantan1950

6.Pemberontakan RMS di Maluku 1950

7.Pemberontakan PRRI/Permesta di Sumatra Barat dan Sulawesi 1958.

Semua usaha rongrongan tersebut tidak mendapat Ridho dari Tuhan Yang Maha Esa sehingga semuanya dapat ditumpas sampai habis.

Menjelang akhir tahun 1960 pimpinan AD menganggap perlu membentuk satuan militer yang bersifat mobil berkemampuan Linud yang siap tempur menjalankan tugas di seluruh tanah air, maka dibentuklah Cadangan Umum AD, dimana gagasan dan ide ini keluar dari Kasad Jenderal A.H Nasution pada tahun 1960,

Cikal bakal Kostrad berasal ketika Indonesia pertama kali berurusan dengan isu kemerdekaan Irian Barat pada tahun 1960. Kostrad kemudian dibentuk pada 6 Maret 1961 dengan nama Korps Tentara Ke-1 / Cadangan Umum Angkatan Darat (KORRA I / CADUAD), berdasarkan surat keputusan Men/pangad No. ML/KPTS 54/3/1961. Sebagai kesatuan yang paling muda, Kostrad merupakan inti kekuatan Komando Mandala (operasi trikora atau pembebasan Irian Barat). Kemudian berganti nama menjadi Kostrad pada tahun 1963.

tepatnya 6 Maret 1961 (ditetapkan sebagai hari lahirnya KOSTRAD). Kostrad diberi kepercayaan untuk melaksanakan tugas operasi TRIKORA untuk membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda.

Menindak lanjuti tugas penting ini, maka pada awal 1962 dibentuklah Komando Mandala di wilayah timur Indonesia dengan markas besarnya di Ujung Pandang.dengan Panglima Mandalanya yaitu Brigjen TNI Soeharto, dengan tugas tambahan sebagai DEPUTI I KASAD untuk wilayah timur. Dalam operasi ini melibatkan AD, AL, AU Sukarelawan dan masa rakyat dengan sandi “OPERASI JAYAWIJAYA”.

Misi dari Operasi Jayawijaya ini untuk membebaskan Irian Barat dari tangan penjajah Belanda dengan mengadakan perang terbuka jika perundingan perdamaian dengan Belanda di New York mengalami kegagalan.

Dalam rangka menyiapkan perang terbuka, maka pada tanggal 19 Desember 1961 terlebih dahulu dilakukan infiltrasi di daerah Fak-fak, Misoi, Wagiu, Serui, sorong, Kaimani. Akhirnya pertengahan Agustus 1962 dilakukanlah serbuan umum melawan penjajah Belanda dengan sasaran wilayah Biak,Jayapura KORRA 1 / CADUAD sendiri menurunkan 1 Divisi, hal ini menyebabkan gentarnya pihak Belanda dengan keputusan menyerah tanpa syarat. Penyerahan Irian Barat ini dengan ditandainya berkibarnya bendera merah putih pada tanggal 1 Maret 1963.

Setelah Irian Barat berhasil masuk wilayah NKRI, maka Operasi kemudian dilanjutkan dengan Operasi “WISNU MURTI’ yaitu Operasi lanjutan sebagai langkah konsolidasi yang bersifat Binter dan Operasi Linud yang sifatnya tempur.

Berdasarkan pengalaman dari Komando Mandala ini, maka Mayjen TNI Soeharto membuat telaahan staf yang intinya perlunya dibentuk pasukan cadangan strategis. Akhirnya gagasan ini disetujui, maka berdasarkan Skep Kasad No : KPTS 178/2/1963 tgl 19 Feb.1963 diputuskan bahwa KORRA I CADUAD resmi menjadi KOSTRAD. Dengan tugas pokoknya untuk melaksanakan operasi militer baik secara berdiri sendiri maupun bagian dalam suatu operasi gabungan dalam rangka mempertahankan Negara Kesatuan Repiblik Indonesia

Kelahiran KOSTRAD identik dengan mitos lahirnya Gatotkaca dalam cerita pewayangan, pada awal lahirnya Kostrad sudah diberi kepercayaan melaksanakan tugas Operasi dengan sukses di Irian Barat ini merupakan suatu gemblengan pengalaman seperti gemblengan Gatotkaca yang digodog dalam kawah Candradimuka yang akhirnya keluar menjadi ksatria yang gagah berani, memiliki otot kawat tulang besi , pilih tanding disegani lawan maupun kawan.

Sejak Berdirinya KOSTRAD sampai saat ini telah dipimpin oleh :

1. Mayor Jenderal TNI Soeharto1 Maret 1961 s/d 2 Desember 1965

2. Mayor Jenderal TNI Umar Wirahadikusumah 2 Desember1965 s/d 17 April 1967

3. Mayor Jenderal TNI A. Kemal Idris 17 April 1967 s/d 11 Maret 1969

4. Brigadir Jenderal TNI Wahono 11 Maret 1969 s/d 20 Februari 1970

5. Mayor Jenderal TNI Makmun Murod 20 Februari 1970 s/d 26 Desember 1971

6. Mayor Jenderal TNI Wahono 26 Desember 1971 s/d 18 April 1973

7. Mayor Jenderal TNI Poniman 18 April 1973 s/d 4 Mei 1974

8. Mayor Jenderal TNI Himawan Sutanto 4 Mei 1974 s/d 4 Januari 1975

9. Mayor Jenderal TNI Leo Lopulisa 4 Januari 1975 s/d 19 Januari 1978

10.Mayor Jenderal TNI Wiyogo Atmodarminto 19 Januari 1978 s/d 20 Maret 1980

11. Mayor Jenderal TNI Ismail 20 Maret 1980 s/d 24 Januari 1981

12. Letnan Jenderal TNI Rudini 24 Januari 1981 s/d 24 Mei 1983

13. Letnan Jenderal TNI Soeweno 24 Mei 1983 s/d 30 Januari 1986

14. Mayor Jenderal TNI Soeripto 30 Januari 1986 s/d 21 Agustus 1987

15. Letnan Jenderal TNI A.Sahala Radjagukguk 21Agustus 1987 s/d 15 Maret 1988

16. Mayor Jenderal TNI Soegito 15 Maret 1988 s/d 9 Agustus 1990

17. Mayor Jenderal TNI Wismoyo Arismunandar 9 Agustus 1990 s/d 29 Juli 1992

18. Mayor Jenderal TNI Kuntara 29 Juli 1992 s/d 22 September 1994

19. Letnan Jenderal TNI Tarub 22 September 1994 s/d 4 April 1996

29.Jenderal TNI Wiranto 4 April 1996 s/d 20 Juni 1997

21. Letnan Jenderal TNI Sugiono 20 Juni 1997 s/d 20 Maret 1998

22. Letnan Jenderal TNI Prabowo Subianto 20 Maret 1998 s/d 22 Mei 1998

23. Mayor Jenderal TNI Jhony J. Lumintang 22 Mei 1998 s/d 23 Mei 1998

24. Letnan Jenderal TNI Djamary Chaniago 23 Mei 1998 s/d 24 Nopember 1999

25. Letnan Jenderal TNI Djadja Suparman S.I.P 24 Nopember 1999 s/d 29 Maret 2000

26. Letnan Jenderal TNI Agus Wirahadikusumah 29 Maret 2000 s/d 1 Agustus 2000

27. Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu 1 Agustus 2000 s/d 10 Juli 2002

28. Letnan Jenderal TNI Bibit Waluyo 10 Juli 2002 s/d 28 September 2004

29.Letnan Jenderal TNI Hadi Waluyo SIP MSC 3 Nopember 2004 s/d 2 Mei 2006

30.Letnan Jenderal TNI Erwin Sudjono 2 Mei 2006 s/d 13 Nopember 2007

31.Jenderal TNI George Toisutta 13 Nopember 2007 s/d 17 Pebruari 2010

32. Letnan Jenderal TNI Burhanuddin Amin 17 Pebruari s/d 5 Nopember 2010

33. Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo 5 Nopember 2010 s/d 9 Agustus 2011.

34. Letnan Jenderal TNI A.Y. Nasution 9 Agustus 2011 s/d 13 Maret 2012

35.Letnan Jenderal TNI M. Munir 13 Maret 2012 s/d 3 Juni 2013

36. Jenderal TNI Gatot Nurmantyo 3 Juni 2013 s/d 26 September 2014

37. Jenderal TNI Mulyono 26 September 2014 s/d 31 Juli 2015

38. Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi 31 Juli 2015 s/d 15 Januari 2018.

39. Letnan Jenderal TNI Agus Kriswanto 15 Januari 2018 s/d 23 Juli 2018.

40. Letnan Jenderal TNI Andika Perkasa 23 Juli 2018 s/d 10 Desember 2018.

41. Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan 10 Desember 2018 s/d Sekarang
Dalam perkembangan organisasi, Kostrad hingga saat ini telah memiliki 3 Divisi Infanteri,

Sebagaimana diketahui bahwa setiap prajurit Kostrad sejatinya memang dituntut untuk memiliki kualifikasi sebagai prajurit yang mahir dalam menembak dan berperang. Peserta latihan adalah prajurit-prajurit pilihan yang telah lolos seleksi dan memenuhi syarat untuk mengikuti latihan standarisasi prajurit Kostrad

Saat ini kekuatan Kostrad terbagi menjadi 3 Divisi Infanteri (Divif 1/Kostrad) di Cilodong, Depok, Jawa Barat, (Divif 2/Kostrad) di Singosari, Malang, Jawa Timur dan (Divif 3/Kostrad) di Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan yang masing-masing dipimpin oleh seorang Panglima Divisi Perwira Tinggi Bintang dua (Mayor Jenderal TNI).

Kini, pasukan Cakra ini telah berusia 59 tahun,semakin tua usianya semakin profesional dalam menjalankan tugas dan amanah bangsa dan negara. Semoga Kostrad semakin jaya berkiprah menjaga dan mengawal kedaulatan NKRI dimanapun berada dan semakin Dicintai Rakyat.
“Dengan 8 Kekuatan Cakra, Prajurit Kostrad Siap Melaksanakan Tugas Pokok”
Bravo Kostrad… CAKRA.. CAKRA.. CAKRA..
(Kostrad)

Kami dari Keluarga Besar Portal Berita Militer. www.okebung.com dan Redaksi okenews. co. id
Mengucapkan

*DIRGAHAYU KOSTRAD KE-59

Prajurit Cakraa.. Semakin jaya dan Profesional .!!!*💪🇮🇩🇮🇩🇮🇩

News Feed