oleh

3 Tahun Kasus Penggelapan Mobil Ngambang di Polresta Medan,Diduga Oknum Penyidik Bermain ‘Pat Gulipat’

OKEBUNG|
Miris,dongkol dan rasa kecewa dialami pria yang satu ini.Pasalnya,Suwandi Sihotang(28)warga Jalan Belibis 103,Kel Sei Sekambing B,Kec Medan Sunggal ini kecewa dengan kinerja oknum penyidik Polresta Medan yang diduga tidak profesional dalam menjalankan tugasnya sebagai penyidik dalam menangani kasus penggelapan mobil miliknya yang hingga kini tak jelas kasusnya alias mengambang.

“Sudah 3 tahun kasus penggelapan mobil saya di Polresta Medan penanganannya tak jelas hingga saat ini,”ungkap korban kepada okebung.com,Selasa (09/09/2014)malam.

Diketahui,peristiwa tindak pidana terkait kasus penipuan dan penggelapan 1 unit mobil Mitshubihi Kuda nopol BM 1169 TQ,warna ungu dengan No Mesin 4D56047569 dan No Rangka VB5WHR007149 Tahun pembuatan 2000 miliknya itu terjadi pada,Rabu 7 September 2011 yang dilakukan pelaku Ramlan(45)warga Jalan Pinang Baris depan Polsek Sunggal.

“Anehnya laporan pengaduan saya yang tertuang dalam STBL/2930/XI/2011/Resta Medan tanggal 19 November 2011 pukul 13.00 WIB sampai hari ini tidak selesai juga dan pihak terlapor pun tidak ditahan.Pasahal pelaku sudah mengaku dihadapan penyidik memang dia yang melakukan penggelapan mobil saya,”ungkap Suwandi.

Sikap perbuatan yang dilakukan,lanjutnya, oknum penyidik Polresta Medan sepertinya terkesan pilih kasih atau memang diduga perlu diberikan pendidikan hukum lagi.

“Kalau begini prosesnya,sudah jelas ada indikasi permainan ‘pat gulipat’antara si pelaku dan penyidik yang menangani laporan saya tersebut,”keluhnya.

Masih dijelaskannya bahwa alasan pihak penyidik tidak menahan pelaku lantaran tidak ada barang bukti kejahatannya.

“Oknum penyidik tidak menahan pelaku karena tidak dihadirkan barang bukti,”katanya menirukan ucapan penyidik.

Lanjutnya,seharusnya,pihak kepolisian yang menangani perkara inilah yang mencari dimana keberadaan mobil tersebut,bukannya memberi alasan dseperti anak TK.

“Pihak kepolisian yang menangani kasus penggelapan mobil saya itu seharusnya yang melacak dimana keberadaan mobil,ini hanya duduk-duduk saja.Coba kalau serius mencarinya tentu sudah ketemu mobil itu.Untuk apa digaji sebagai penegak hukum oknum tersebut jika kerjanya tak becus,”imbuhnya.

Bapak beranak dua ini berharap agar pihak kepolisian yang menangani perkara penggelapan mobil korban segera menindak lanjutinya.

“Sebagai korban saya berharap agar bapak Kapolresta Medan,Kombes Pol Nico Afinta Karo-karo,SIK melalui Kasat Reskrim,Kompol Wahyu Bram,SIK menindaklanjuti laporan pengaduan saya yang sudah tiga tahun mengambang dan menahan pelakunya,”harapnya. (Sdi/Admini)

News Feed