oleh

3 PSK Bertarif Rp 800.000 Diamankan Polisi Syariat Islam

OKEBUNG |
Polisi syariat Kota Banda Aceh mengamankan tiga wanita yang diduga PSK di beberapa lokasi.

Seorang wanita berinisial P (29), ditangkap oleh petugas kedapatan menyimpan 2 kotak kondom bersamanya. Bahkan petugas juga menemukan 6 buah kondom dalam tas yang diduga hendak digunakan.

P, wanita asal Aceh Utara janda satu anak ini ditangkap polisi syariat di kawasan Goheng, Seutui, Kecamatan Baiturrahman Sabtu (20/12/2014) sekira pukul 01.00 WIB dini hari,melansir pemberitaan merdeka.com

Tempat ini selain dijadikan indekost para PSK juga tempat tinggal para pengemis yang beroperasi di Banda Aceh.

Di kantor polisi syariat, P mengaku dirinya memang bekerja sebagai pemuas nafsu laki-laki hidung belang. Tarifnya pun beragam, antara Rp 700.000 sampai dengan Rp 800.000 sekali main.

Di Banda Aceh, P menuturkan sudah tujuh bulan melayani lelaki baik di hotel, Blang Padang dan bahkan bisa juga diboking untuk menemani jalan-jalan ke Medan.

“Pernah melayani dari orang biasa, sopir, anggota dan bahkan pengusaha,” kata P, Sabtu sore (20/12) di kantor polisi syariat.

Sementara itu di tempat terpisah polisi syariat juga berhasil mengamankan dua wanita lainnya di Jalan Pembangunan, Peunayong, Banda Aceh sekira pukul 04.30 WIB.

Bahkan satu di antaranya masih berusia belia yaitu berinisial F (17) berasal dari Pidie dan N (21) dari Bireuen. Mereka diringkus di sebuah toko dan keduanya mengaku berprofesi tukang pijat plus-plus.

Saat diperiksa oleh penyidik polisi syariat Kota Banda Aceh, F mengaku sudah bekerja sebagai PSK sejak Februari 2013 lalu. Dia mendapat pesanan dari Mami Ita untuk melayani laki-laki hidung belang di Banda Aceh.

“Kami mengambil tempat di salah satu hotel yang ada di seputaran Blang Padang. Untuk tarif berkisar 500 ribu sampai 800 ribu per malam,” akui F di hadapan penyidik.

F mengaku semalam dirinya bisa melayani tiga laki-laki di salah satu salon di Peunayong. Namun dia tidak ingat sudah berapa banyak laki-laki yang sudah dia layani.

“Pertama saya lakukan pada tahun 2010 lalu,” jelasnya.

Kepala Seksi Penegakan Hukum dan Syariat Islam, Evendi A Latif membenarkan bila tim gabungan polisi syariat mengamankan tiga wanita yang diduga kuat bekerja sebagai PSK.

“Mereka diamankan seputaran Peunayong Banda Aceh, dari hasil pengakuan, mereka bekerja sebagai PSK dan tukang pijat plus-plus, ketiganya sedang dalam tahap pembinaan dan mereka melanggar Qanun Nomor 14 tahun 2003 Tentang Khalwat dan Meusum,” tutupnya.
(mdk/admin)

Foto:ilustrasi/

News Feed