oleh

Kadispen TNI AU: Personel TNI AU Diminta Jauhi Miras dan Diskotik

OKEBUNG|
Pasca tewasnya salah seorang anggota TNI AU membuat kalangan pejabat militer prihatin. Akibatnya,pimpinan militer pun mengeluarkan statmen.

Terkait itu,pimpinan TNI AU menyesali adanya insiden keributan antara anggotanya dengan satuan Kopassus. Pimpinan TNI AU memerintahkan jajaran dan personelnya untuk introspeksi dan menjauhi tempat-tempat hiburan seperti diskotek atau klub malam.

“Pimpinan sudah masuk ke dalam dan memberikan instruksinya untuk memandu personel,” tegas Kadispen TNI AU, Marsma Dwi Badarmanto, saat dikonfirmasi, Rabu (03/06/2015)dilansir detik.com.

Lanjutnya,instruksi yang diberikan kepada seluruh anggota dan personel TNI AU adalah, melarang anggota untuk main ke tempat hiburan seperti diskotik, tempat karaoke dan klub malam. Dia juga mengatakan, pimpinan menginstruksikan supaya anggota TNI AU tidak mengkonsumsi alkohol.

“Semua itu harus dipatuhi supaya tidak terulang kembali kejadian ini,dan jauhi narkoba serta minuman keras,”pintanya.

Sementara itu,Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Gatot Nurmantyo merasa prihatin dengan pertikaian antara Grup 2 Kopassus dengan anggota TNI AU. Gatot meminta agar pelaku diproses secara hukum.”Kasad meminta agar pelaku diproses secara hukum,”tegasnya.

Sebagaimana diberitkan ,anggota
Grup 2 Kopassus melakukan pengeroyokan terhadap 4 anggota TNI AU di sebuah cafe yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (31/05/2015) malam. Dalam peristiwa tersebut seorang anggota TNI AU bernama Serma Zulkifli tewas.

Sementara ttiga rekan Serma Zulkifli pun mengalami luka-luka dan masih dirawat di rumah sakit untuk menjalani pengobatan.

Terkait permasalahan ini,Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo sudah menyatakan bela sungkawa dan permohonan maafnya kepada seluruh anggota TNI AU dan keluarga korban.Korban semua disantuni. Sementara yang meninggal dapat santunan Rp 100 juta untuk keluarganya.[admin]

Foto| dok.net\

News Feed