oleh

Danlanud Soewondo, Berjanji Biayai Sekolah Anak Korban Hingga SMA

*Saat Kejadian Acara Telah Tutup*

OKEBUNG|
Terkait tewasnya,Ali Imran (53), warga Jalan Puri, Gang Sawo, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan area,akibat tertimpah besi tenda yang roboh akibat kejatuhan pemain paramotor di acara,Medan Air Show (MAS) 2015 yang diselenggarakan di Apron B eks Bandara Polonia Medan,Minggu (10/05/2015)sekira pukul 12.35 WIB,membuat Danlanud Soewondo ,Kolonel(Pnb)Chandra Siahaan berduka cita.

Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) Soewondo, Kolonel Chandra Siahaan, berjanji akan membiayai tiga orang anak korban.

Janji tersebut diucapkan Danlanud Soewando saat melayat ke rumah korban, Ali Imran (53), warga Jalan Puri, Gang Sawo, Kelurahan Kota Matsum II, Kecamatan Medan area, Minggu malam (10/05/2015).

“Saya berjanji bahwa ketiga anak korban akan kita biaya sekolahnya hingga tamat SMA. Apalagi ini anaknya masih kecil-kecil. Ketiga anak korban merupakan putra-putri bangsa,dan kita juga akan berkoordinasi terhadap pihak penyelenggara dan ini juga untuk kebaikan keluarga korban,” ungkap Kolonel Chandra Siahaan kepada wartawan.

Dia mengatakan, pilot paramotor yang terjatuh juga mengalami luka-luka. “Atlet kita,pilot Paramotor bernama Bayu juga mengalami cidera luka dan saat ini dia sedang dirawat intensif di rumah sakit,” sebutnya.

Lanjut dijelaskannya bahwa saat kejadian sebenarnya acara telah ditutup. Namun masih banyak pengunjung yang melihat atraksi aerobatik Paramotor.”Saat kejadian acarra sebenarnya telah ditutup,”ucapnya.

Namun,tiba-tiba saja ada angin dengan kecepatan tinggi yang menghadang salah satu pemain Paramotor dan terjatuh menimpa tenda pengunjung.Ketepatan korban saat itu berada di dalam tenda kemudian tertimpah besi tenda yang roboh akibat kejatuhan pemain paramotor.

“Saat kejadian angin cukup baik, tetapi ketika pilot Paramotor berada di atas, tiba-tiba datang angin kencang dan Bayu tidak dapat mengendalikan Paramotornya sehingga terjatuh menimpa tenda penonton,” beber Kolonel Chandra Siahaan.

Seharusnya,kata Danlanud Soewondo, area untuk Paramotor berada di atas rumput, tidak dekat dengan pengunjung.

“Pas kejadian memang penonton saat itu sangat dekat dengan area Paramotor tersebut, seharusnya area tersebut jauh dari penonton,”tambahnya.

Dan ketika terjatuh, lanjutnya,pilot Paramotor itu kemudian mencari lokasi yang dinilai aman,dengan menabrakkan diri ke tenda.

“Jadi ketika terjadinya Tuiss pilot akan mencari tempat yang aman melakukan pendaratan. Karena ketika itu berada dekat penonton maka dia tabrakan ke tenda,”jelasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, bahwa ketiga anak korban Ali Imran adalah Ananda Muharlita (11), Nabilah (8) dan Ridho (8 bulan), diajak korban (ayahnya,red),menyaksikan atraksi aerobatik Paramotor, namun saat insiden terjadi,ketiganya selamat. Hanya orangtuanya yang mendapat musibah sehingga tewas.

Acara yang diselenggarakan pihak Pemko Medan,Lanud TNI AU Medan,FASIDA kota Medan dan FASI yang dimulai sejak 07 -10 Mei 2015 menampilkan atraksi udara Dinamic Show di eks bandara Polonia Medan.

Namun,acara Statis Show yang dilaksanakan PT Arfa Kresi Expotama (pelaksana,red),ini memakan korban jiwa,karena salah satu peserta Paramotor nyasar kearah tenda pengunjung sehingga pengunjung ,Ali Imran (53)warga Jalan Puri Gang Sawo No 228,Kec Medan Area tewas akibat mengalami luka memar dalam pada bagian kepala belakang.Korban meninggal dunia di RS Siloam Medan sekira pukul 15.15 WIB.

Selain korban yang tewas,pilot Para Motor Dwi Indra Bayu (25),Beby (39 mengalami nyeri pada bagian punggung dan luka-luka.Sedangkan Nabila (6) mengalami memar pada bagian leher.

Saat dikonfirmasi okebung.com melalui telepon seluler kepihak pelaksana PT Arfa Kresi Expotama tidak mengangkat.

Foto\dok.okb\

News Feed