oleh

SELAMATKAN BALITA KORBAN BANJIR, WUJUD PENGORBANAN BABINSA KODAM I/BB

banner 200x200 banner 200x200

By Ryan Noer Sinaga

BABINSA merupakan orang pertama dalam barisan TNI AD yang langsung turun ditengah-tengah masyarakat manakala masyarakat membutuhkan. Kehadiran Babinsa ditengah masyarakat juga dalam rangka memperkokoh kemanunggalan TNI Rakyat sekaligus upaya pembinaan wilayah untuk mewujudkan kondisi sosial dan kondisi juang yang tangguh, serta menciptakan ruang yang kondusif dan dinamis.

Merujuk dari Peraturan Kepala Staf TNI AD Nomor 19/IV/2008 tertanggal 8 April 2008, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa)berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan teritorial (Binter) sesuai petunjuk atasannya, yaitu komandan Komando Rayon Militer (Koramil)

Secara pokok, tugas-tugas mereka meliputi mengumpulkan dan memelihara data pada aspek Geografi,Demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya.

Hal ini meliputi banyak sekali aspek, yaitu aspek SDM, SDA, sarana-prasarana dan infrastruktur di wilayah binaannya. Contoh aplikasinya pada saat bencana alam terjadi di satu wilayah, maka Babinsa ini menjadi ujung tombak informasi awal Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa operasi kemanusiaan TNI AD atau gabungan.

Seperti yang dilakukan Serma Dwi Bambang, Babinsa Koramil 13/Aek Nabara Kodim 0209/LB Korem 022/PT Kodam I/BB ini.Babinsa yang selalu peduli dengan warga binaannya ini kinerja patut dibanggakan semua pihak. Bayangkan saja, disaat banjir dadakan kiriman meluapnya Sungai Tarihoran di Kecamatan Bilah Hulu Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara Jum’at (18/10/2019), Serma Dwi Bambang yang sedang disibuki tugas satuan langsung turun kelokasi untuk menyelamatkan warga terdampak korban banjir akibat sungai meluap dan tingginya curah hujan sejakJumat pagi mulai pukul 05.00 s.d. 07.30 WIB.


Dengan memacu sepeda motor dinas Babinsa,Serma Dwi Bambang langsung koordinasi dengan Danramil 13/AN Kapten Inf Hotman hingga Danramil dan personel langsung turun kelokasi banjir.

“Meski Sungai Tarihoran termasuk kategori sungai kecil namun karena curah hujan yang cukup tinggi mengakibatkan sungai tidak dapat menampung debit air dan meluap menggenangi perumahan warga di sepanjang sungai tersebut, yang paling terdampak dari luapan sungai Tarihoran adalah Desa Emplasemen Aek Nabara, “ujar Serma Dwi Bambang didampimgi Bhabinkamtibmas Aiptu Irwan.

Babinsa langsung gerak cepat dengan kesigapan membantu warga korban banjir akibat luapan Sungai Tarihoran.

Inilah tugas nyata para prajurit teritorial yang bertugas di Kodim jajaran Koramil sebenarnya paling berat tugasnya. Bagaimana tidak berat? Tuntutan tugas para Babinsa (bintara pembina desa) disetiap wilayah binaanya setiap hari harus aktif bersama masyarakat,kegiatan wilayah binaan,kejadian apapun Babinsa harus mengetahui untuk dilaporkan ke Komando Atas. Sistem Kerja Cegah Dini dan Tangkal Dini (Ceni Tini) inilah yang dimiliki para Babinsa dilapangan.

Dengan berseragam loreng Babinsa langsung menuju rumah-rumah warga yang sudah direndam air luapan sungai. Melihat banyak anak-anak Balita, Babinsa langsung mengenndongnya dan membawa keluar rumah untuk diselamatkan.

Hal yang dilakukan Babinsa mengantisipasi masuknya dan munculnya air lebih tinggi sehingga Balita perlu diselamatkan terlebih dahulu.

Layaknya seorang bapak menggendong anaknya, Babinsa langsung mengevakuasi seorang Balita yang menangis ketakutan melihat banyaknya air.

“Akibat banjir dadakan ini beberapa rumah warga terendam air lebih kurang sebanyak 30 unit dengan ketinggian antara 15 s.d. 50 cm, dan Alhamdulilah tidak ada korban jiwa, “ungkap Babinsa.

Dirinya bersama Bhabinkamtibmas menerima Laporan dari warga yang rumahnya tergenang air, langsung mendatangi untuk ikut membantu mengamankan anak-anak dan beberapa barang berharga milik warga.

“Saya bersama Bhabinkamtibmas langsung turun tangan mengevakuasi anak-anak dulu,dan semoga saja air yang menggenangi rumah warga ini dapat segera surut agar masyarakat dapat melanjutkan aktivitasnya kembali seperti biasa,”
jelas Serma Dwi Bambang.

Sementara itu, Danramil 13/AN Kapten Inf Hotman mengatakan bahwa hampir setiap tahun sungai Tarihoran ini meluap apabila curah hujan yang tinggi. “Kami Koramil beserta Polsek selalu Standby mengantisipasi apabila terjadi banjir untuk membantu warga, “terang Danramil.

Terpisah Dandim 0209/LB Letkol Inf Santoso menyampaikan bahwa TNI selalu peduli terhadap warga yang sedang mendapat kesulitan dan kesusahan, apa
yang dilakukan Babinsa kita wujud kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Sebelumnya, Babinsa jajaran Kodim 0209/LB pernah menyelamatkan nyawa warga yang sakit parah hingga saat ini sudah mulai sehat. “Kita dijajaran Kodim 0209/LB Babinsanya saya tekankan harus peduli dengan masyarakat,TNI Lahir dari Rakyat dan TNI harus peduli Rakyat, TNI bersama Rakyat Semakin Kuat, “ujar Dandim.

Sekedar diketahui bahwa akhir-akhir ini kata Babinsa TNI AD mendadak terkenal dimasyarakat dalam aktifitas perannya menjaga keamanan dan ketertiban,peduli kesusahan rakyat,bantu rakyat, terutama di jejaring media sosial dan media massa. Berkat upaya kerja keras Babinsa nama TNI AD meningkatkan pesat kepercayaannya di masyarakat.

Banyak yang beranggapan bahwa Babinsa, seorang tentara yang sudah memasuki masa pensiun dan bukan tukang perang. Sebenarnya para Babinsa yang ditempatkan di Koramil-Koramil adalah mantan prajurit-prajurit tempur yang memiliki keahlian dibidang militer. Mereka juga pasukan terlatih, jago tembak, jago beladiri dan jago perang serta mencintai Rakyat.

Para Babinsa TNI AD yang biasanya Bintara senior dari satuan-satuan tempur yang telah menyelesaikan masa bakti di satuan-satuan asalnya itu, sebelum resmi bertugas harus di-“kursus”-kan dulu selama beberapa bulan.

Perlu diketahui bahwa Babinsa merupakan satuan teritorial TNI AD paling bawah, yang berhadapan langsung dengan masyarakat.Babinsa berada di bawah Komando Rayon Militer (Koramil) yang bagian dari Komando Distrik Militer (Kodim) dan Komando Resor Militer (Korem), yang memiliki pimpinan di Komando Daerah Militer (Kodam).

Seorang bintara pembina desa (Babinsa) memiliki wilayah operasi tugasnya yang luasannya bervariasi, dari cuma satu desa hingga beberapa desa. Dia juga bisa punya Asisten yakni Tamtama TNI AD, sesuai dengan keperluan dan situasi kondisi nyata setempat.

By okebung

News Feed