oleh

Mengembalikan Senyuman Anak Korban Kerusuhan Wamena,Ibu Persit Berbagi Buku Bacaan dan Bermain Bersama

banner 200x200 banner 200x200

OKEBUNG|
Kerusuhan yang terjadi di Kota Wamena beberapa waktu lalu telah menyebabkan duka mendalam yang dialami oleh warga perantau baik kerugian material maupun immaterial yang begitu besar.

Selain itu, kerusuhan ini juga mencuri keceriaan dan senyuman khususnya anak-anak yang terdampak dan masih merasakan perasaan ketakutan serta trauma.

Untuk itu, Ketua Persit Koorcabrem 172 Ny. Dewi Binsar Sianipar didampingi pengurus melaksanakan bakti sosial dengan memberikan berbagai bantuan sebagai wujud kepedulian dan keprihatinan antar sesama serta menggelar pemulihan trauma kepada anak-anak.

Kegiatan tersebut dilakukan ditempat pengungsian Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVIII Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Senin (7/10).

Dewi mengungkapkan, berbagai cara dan pendekatan dilakukan oleh persit Koorcabrem 172 untuk mengembalikan keceriaan dan senyuman anak-anak pengungsi, seperti salah satunya dengan membagikan buku bacaan, mengajak anak-anak bermain dan benyanyi bersama.

Sebelumnya, kata Dewi, pada pagi tadi, Persit Koorcabrem 172 menerima sumbangan buku bacaan dari Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, yang diserahkan secara simbolik oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah “H” Ny. Mudi Herman Asaribab.

Pemberian buku bacaan tersebut sebagai upaya Ketua Umum Dharma Pertiwi dalam meningkatkan literasi generasi muda Papua tercinta.

“Buku yang kami terima cukup banyak, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Untuk itu, segera kami salurkan, seperti saat ini kita berikan kepada anak-anak pengungsi korban kerusuhan Wamena, juga nantinya akan kita berikan kepada sekolah-sekolah”, katanya.
Pada kegiatan bakti sosial ini, persit Koorcabrem 172 bersama dengan guru-guru TK Kartika-VI Waena memberikan berbagai hiburan kepada anak-anak pengungsi.

“Seperti yang terlihat, kami juga mengajak guru-guru TK Kartika-VI Waena dengan tujuan anak-anak bisa terhibur layaknya mereka belajar di sekolah. Kita lakukan semua yang kami bisa, seperti mengajak bernyanyi, cerita, menggambar dan beberapa permainan edukatif”, ujarnya.

Sedangkan kepada ibu-ibu, kami mengajak berbicara dan diskusi kelompok”, ungkapnya. Kami juga berharap warga tetap memiliki semangat dan mental yang kuat dalam menghadapi cobaan ini.

Penrem172

News Feed