oleh

Prajurit Kopassus Bebaskan Sandera

-Kopassus-12.905 views

OKEBUNG|
Sejumlah prajurit Kopassus tampak menuruni Helikopter jenis Bell dengan teknik rappeling, menyerbu bangunan salah satu penginapan di kawasan Tanjung Lesung, Banten melalui bagian atap bangunan. Sementara, belasan prajurit Kopassus lainnya menyerbu melalui pintu belakang penginapan, dengan dukungan dua unit kendaraan taktis PMV Bushmaster.

Dalam waktu singkat, prajurit Kopassus mampu melumpuhkan para penyandera dan mengevakuasi seluruh sandera dengan selamat, meski diwarnai dengan aksi saling tembak antara penyandera dan prajurit yang melakukan penyerbuan.

Sejurus kemudian, Tim Jihandak Kopassus yang melakukan penyisiran dan sterilisasi lokasi penyanderaan, berhasil menemukan dan menjinakan benda diduga bom yang ditemukan. Setelah lokasi dinyatakan steril dan aman, seluruh prajurit Kopassus pun meninggalkan lokasi penginapan.

Skenario di atas merupakan latihan puncak seluruh satuan di Kopassus tahun anggaran 2019, yang dihelat di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Bertajuk ‘Tribuana Cakti XXII’, latihan yang dihelat pada 1 Juli hingga 28 Agustus 2019 inidiikuti 232 prajurit Kopassus dari satuan Parako, Sandi Yudha dan Penanggulangan Teror Sat-81).

Berlangsung selama dua bulan, latihan seluruh satuan di Kopassus ini materi yang diujikan antara lain, teknik infiltrasi dan eksfiltrasi, operasi sandi yudha, PPJJ, operasi perebutan cepat, operasi pembebasan sandera hingga pengendalian operasi.

“Latihan ini bertujuan unutk menguji dan mengukur kesiapsiagaan operasional satuan Kopassus, yang diorganisir ke dalam satuan tugas pasukan khusus, meliputi subsatgas para komando, sandi yudha dan penanggulangan teror, sehingga tercapai interoperabilitas yang baik, sesuai tugas yang diberikan, jelas Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa dalam sambutannya yang dibacakan Pamen Ahli Kopassus Kolonel Inf Benny Sulistiyono dalam pengarahan penutupan latihan di Helipad Beach Desa Cipaku, Pandeglang, Rabu (28/8).

Danjen Kopassus mengatakan, sebagai satuan operasional TNI, Kopassus dituntut untuk terus-menerus meningkatkan profesionalismenya dalam bidang taktik dan teknis kemiliteran, agar dapat melaksanakan tugas yang diberikan negara secara maksimal.

“Oleh karena itu, perlu latihan bertahap, bertingkat dan berkelanjutan serta terprogram. Agar, di samping meningkatkan kemampuan teknis militer, juga dapat mengukur kemampuan unsur pimpinan satuan merencanakan dan mengorganisir operasi sandi yudha, operasi komando dan penanggulangan teror,” pungkasnya.

News Feed