oleh

Peringati HUT TNI Ke 72, KRI Pari-849 Ajak Masyarakat Berlayar di Perairan Tanjung Benoa Bali

OKEBUNG|
Memperingati HUT ke-72 TNI, KRI Pari – 849 yang dikomandani Mayor Laut (P) Primayanta Maulana  dengan Komandan Mayor Laut (P) Primayanta Malik yang tiba dan sandar di pelabuhan Benoa Bali, sabtu lalu, mengajak pejabat TNI/Polri dan Instasi terkait beserta masyarakat melakukan Pelayaran Kebangsaan di perairan Tanjung Benoa Bali.

Rangkaian pelayaran tersebut dalam rangka memperingati HUT TNI ke 72 yang dihadiri dan diikuti oleh Danrem 163/Wsa Kolonel Arh. Gede Widnyana, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Denpasar Lantamal V Kolonel Laut (P) GB. Oka, Danlanud Ngurah Rai Bali Kolonel Pnb. Wayan Superman, Danbekangdam IX/Udayana, Kapolsek Wilayah Laut Benoa, GM Pelindo III Cabang Benoa, Kepala PSDKP Benoa, KSOP Benoa, Perwira Staf Mako Lanal Denpasar, Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 10 Korcab V DJAT, Mahasiswa dan Saka Bahari Lanal Denpasar serta unsur masyarakat.

Pada pukul 13.30 Wita sesampai kapal di perairan Tanjung Benoa dilaksanakan acara Tabur Bunga dan doa bersama dalam rangka HUT TNI ke 72 tahun 2017 yang diikuti oleh seluruh peserta pelayaran.

Dalam sambutannya Danrem 163/Wsa yang mewakili Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Khomarudin Simanjutak yang didampingi Danlanal Denpasar serta Danlanud Ngurah Rai Bali menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI Angkatan Laut khususnya kepada Komandan Lanal Denpasar serta Komandan KRI Pari-849 yang telah menyediakan sarana berupa Kapal Perang yang bisa membawa warga masyarakat serta para pejabat dilingkungan TNI/Polri serta pejabat sipil lainnya untuk bisa mengikuti pelayaran kebangsaan dalam rangka HUT TNI ke 72 ini.

“Saya berharap, dengan pelayaran kebangsaan ini, akan dapat membuka cakrawala yang lebih luas lagi tentang laut kita. Pelayaran yang hanya sebentar ini diharapkan bisa mengenalkan disiplin dan wawasan kebangsaan kepada seluruh peserta.

 Di kapal sipil juga ada disiplin yang wajib dipatuhi semua orang di kapal, tetapi di kapal perang lebih disiplin” demikian ujarnya.

Disisi lain Komandan KRI Pari – 849 menyampaikan bahwa KRI Pari adalah Kapal patroli Jenis PC 43 yang dilengkapi dengan Senjata Kanon Kaliber 30 mm sebagai senjata utama di haluan kapal dan Senjata Mesin Berat Kaliber 12.7 mm pada buritan kapal tersebut.

Badan kapal dibuat dari bahan Alumunium Marine Grade dan seluruh materialnya bersifat High Tensile Steel dengan panjang 44 meter dan lebar 7,4 meter. KRI Pari mampu menjelajah perairan dengan stabil hingga kecepatan 29 knots, didorong tiga mesin utama berkekuatan sampai dengan 1.800 HP. KRI berbahan bakar 50.000 liter dan bisa memuat 15.000 liter air itu juga sama-sama dilengkapi tujuh kamar perwira dan 26 unit kamar awak kapal.

Disamping sebagai kekuatan pertahanan keamanan dilaut kapal juga akan menjaga perairan Indonesia dari segala bentuk ancaman yang datangnya dari luar seperti tindak pidana perompakan, pencurian ikan dilaut serta penyelundupan bahan – bahan terlarang lainnya seperti Nakoba dan lain sebagainya.(yan)

News Feed