oleh

2015,BPJS Ketenagakerjaan Incar Aset Rp220 Triliun

OKEBUNG|
Pada akhir 2015 pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menargetkan aset dapat mencapai Rp220 triliun.

Direktur Utama Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Elvyn G. Masassya mengatakan pihaknya mengandalkan peningkatan pendapatan investasi serta jumlah peserta agar target itu tercapai.

” meningkatkan jumlah peserta hingga 20,2 juta tenaga kerja dan meningkatkan hasil investasi menjadi sebesar Rp20 triliun,” katanya seperti dikutip bisnis.com, Senin (12/01/2015).

Menurutnya, guna mendukung rencana tersebut manajemen  akan mengefektifkan pendapatan iuaran. Penyelenggara akan bekerja sama dengan bank serta menambah jaringan kantor cabang.

Sepanjang 2015 pihaknya berencana menambah 150 kantor cabang baru. Pihaknya juga akan memperluas jangkauan dengan masuk ke pasar tradisional dan memanfaatkan mobil layanan keliling.

Elvyn menjelaskan sepanjang 2014 pihaknya telah mengelola aset Rp187 triliun dengan imbal hasil dari investasi mencapai Rp17,3 triliun atau sekitar 9,25%. Portofolio investasi dana kelolaan sebagian besar berada di pasar saham, pasar uang dan perbankan yang mencapai 80% atau setara Rp150 triliun.

BPJS Ketenagakerjaan hadir sebagai amanat Undang-Undang Dasar untuk menjamin kepastian masa depan para pekerja. Program ini dirancang akan melayani 117 juta masyarakat. Jumlah ini terdiri dari 40 juta pekerja formal serta 77 juta pekerja informal. 

Peserta akan mendapatkan layanan jaminan hari tua, jaminan kecelakaan kerja serta jaminan kematian. BPJS Ketenagakerjaan akan beroperasi penuh pada Juli mendatang.(bc\net)

Foto:internet\dok\

News Feed