oleh

Lerai Keributan, Oknum Wartawan Malah Dilaporkan ke Polisi

* Yang Terima Uang Yati,bukan Saya*

OKEBUNG|
Untung tak dapat diraih,malang tak dapat ditolak.Niat hati membantu, malah ketiban sial.Ungkapan ini pantas ditujukan kepada,Acung (34).

Pasalnya,berniat melerai keributan antara,Yati (32) warga Jalan Gaharu, Gang Murni, Kelurahan Gaharu, Kecamatan Medan Timur dengan Antony Kristanto (29)warga Jalan Perwira 2, Gang Kenanga, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur,salah satu wartawan media cetak,Acung (34) malah dilaporkan ke Polresta Medan,Kamis (11/06/2015.

Laporan Antony Kristanto tersebut tertuang dalam surat laporan No STTLP/1514/VI/2015/SPKT- Resta Medan, menuding Acung dan Yati memeras dan menipu dirinya.

Kepada wartawan,Senin (22/06/2015) ,Acung mengaku, awalnya dirinya menerima telepon dari Kepling IX Perwira II Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur Salim,pada Rabu (10/06/2015) malam.

Acung dipanggil kepling untuk melerai keributan antara Yati dan Antony terkait maslah hutang piutang. Lantaran kenal dengan kepling tersebut,Acung pun datang.

“Sesampainya saya di rumah Kepling, Yati dan Antony tidak mau berdamai, malah berniat melanjutkan ke polisi karena mereka sudah berkelahi sebelum diamankan ke rumah Kepling,”sebut Acung.

Setelah sampai di Mapolsek Medan Timur untuk saling lapor perihal penganiayaan, kata Acung,dirinya sempat mengimbau keduanya untuk menempuh cara kekeluargaan. Akhirnya Antony akan mengganti uang Yati Rp10 juta, keduanya berniat membuat perdamaian secara tertulis di hadapan petugas SPK Polsek Medan Timur.

“Ketika surat perdamaian itu akan ditanda tangani, mereka berdua malah berselisih terkait siapa yang berhak menyimpan surat asli perdamaian itu. Karena tidak ada titik temu, perdamaian malah batal.Setelah itu, petugas sempat mengusir keduanya karena ribut di Polsek.Karena tak ada yang mengalah lantas Antony meminta uang Rp10 juta yang sudah diserahkan kepada Yati untuk dikembalikan.Namun Yati tidak mau mengembalikannya ,karena dirinya merasa ditipu Antony. Akhirnya Keduanya pergi meninggalkan Polsek Medan Timur,dan Antony mendatangi Mapolresta Medan membuat laporan polisi,”ungkap Acung.

Dalam laporannya,Anthony menuding. Yati dan Acung dengan tuduhan pemerasan dan penipuan. Menurutnya, saat itu Acung berusaha melakukan mediasi terhadap keduanya karena permintaan dari Salim. Diakui, dalam upaya mediasi itu, Acung tidak meminta uang atau apapun dari keduanya.

“Saya tidak ada meminta uang. sesenpun kepada Anthony,dia yang serahkan langsung ke Yati bahwa uang itu untuk perdamaian,”sebut Acung.

Terpisah,Kepling IX Perwira II Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur Salim membenarkan dirinya menelepon Acung untuk membantu perdamaian antara Yati dan Antony. Namun, dirinya membantah ada tindakan pemerasan atau penipuan yang dilakukan Acung pada saat itu.

“Memang benar saya telepon Acung untuk melakukan mediasi terhadap keduanya. Saya pastikan, saat itu tidak ada tindakan pemerasan atau penipuan yang dilakukan Acung atau pihak manapun,” sebutnya.

Sementara itu,Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subhartono mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait laporan itu. Dipastikan,pihaknya akan bertindak tegas dan sesuai prosedur menangani kasus itu, demi memberikan keadilan dan kepastian hukum, termasuk kepada pelapor dan terlapor.”Laporan masih kita lidik dulu,”ungkap Aldi.(ACO)

News Feed