oleh

Status Sinabung Menjadi Awas, Warga Diminta Tak Beraktivitas di Radius 7 Kilometer

OKEBUNG|
Aktifitas Gunung Merapi Sinabung di Tanahkaro hingga saat ini kian mengkhwatirkan,semburan larva pun kian menghantui warga Tanahkaro ,sehingga status aktifitas Gunung Sinabung saat ini menjadi awas.

Terkait hal ini,Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Surono, menghimbau agar masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung Sinabung tidak melakukan aktivtas di wilayah yang berada dalam radius 7 Kilometer (KM) dari puncak gunung. Hal ini karena status pada Gunung Sinabung sudah dinaikan menjadi awas.

Berdasarkan data pemantauan hari ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah gempa yg Signifikan, Selain itu, tubuh gunung masih mengalami penggembungan sejak 20 Juni 2015. 

PVMBG, Badan Geologi, Kementerian ESDM, menghimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas pada radius 7 KM arah Selatan dari puncak Gunung Sinabung, serta radius 6 KM arah Tenggara-Timur dari puncak Gunung Sinabung.

Sebelumnya diketahui bahwa, pada Jum’at, 19 Juni 2015,pihak PVMBG memberikan laporan adanya peningkatan status Awas (Level IV) Gunung Api Sinabung yang akhirnya memaksa 9.385 jiwa (2.608 KK) yang bermukim di lingkar gunung api teraktif di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk diungsikan. Kemudian, pemerintah mendirikan kamp penampungan di 10 titik terpisah.

Sejak Status Awas ditetapkan, pada 2 Juni 2015 hingga kini, Sinabung setiap harinya terus-menerus mengalami erupsi dan meluncurkan awan panas. Sejumlah daerah di timur dan tenggara gunung menjadi tempat pendaratan material debu yang dimuntahkan kawah Sinabung.

Bahkan, debu mengandung zat besi dan silika itu telah sampai di sejumlah daerah di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Hal itu sempat menimbulkan prasangka di tengah masyarakat yang berdomisili di luar Kabupaten Karo, bahwa kondisi Gunung Sinabung telah cukup parah. (okz\admin)

Foto|dok.net\

News Feed