oleh

Perawat Ceroboh,2 Bayi Ceasar Tertukar di Rumah Sakit Sufina Aziz

OKEBUNG|
Bukan hanya di dunia sinetron saja kejadian bayi tertukar.Kini peristiwa nyata bayi tertukar terjadi di RS Sufina Aziz,Jalan Karya Dalam, Kec Medan Helvetia.

Kedua bayi perempuan itu adalah anak dari pasangan Abdul Rahman (29) dan Risna Yanti (26) warga Jalan Ahmad Husin, Lingk XXI, Kel. Rengas Pulau, Kec. M. Marelan, dan juga anak dari pasangan Zakaria (29) dan Ainun (31) warga Jalan Sei Baharu,Kec Hamparan Perak,Kab Deliserdang,Sumatera Utara.

Kejadian itu terungkap, Senin (15/06/2015) pagi. Disebutkan Abdul Rahman, anak dari salah satu bayi itu mengatakan bahwa anaknya lahir, Kamis (11/06/2015) malam sekira pukul 23.45 WIB dengan cara operasi sesar, berat badan bayi saat itu adalah 2,8 Kg dan tinggi badan 46 cm.

Kemudian, Sabtu (13/06/2015) sore, pihak rumah sakit menyerahkan salah satu bayi kepada keluarga Abdul Rahman.

Sementara, putri Zakaria lahir di hari Jumat (12/06/2015) sore juga dengan cara operasi. Saat itu, berat badan bayi mereka adalah 3,7 Kg dengan panjang 50 cm.

Dan pihak rumah sakit menyerahkan bayi tersebut, di hari Minggu (14/06/2015)pagi, kepada keluarga Zakaria. Namun setelah Minggu sore, Ainun selaku istri Zakaria menyadari bahwa nama di gelang bayinya adalah nama Risna Yanti, bukan namanya selaku ibu bayi. Dari situlah Ainun menyadari bahwa bayi tersebut bukanlah bayinya.

Menyadari hal itu, dirinya langsung menyampaikannya kepada pihak rumah sakit, dan pihak rumah sakit pun mengembalikan bayi tersebut kepada keluarga Abdul Rahman, dan sebaliknya bayi yang sebelumnya dipihak Abdul Rahman diserahkan kepada keluarga Zakaria.

Namun saat penyerahan bayi itu, Abdul Rahman tidak berada di rumah sakit dan belum mengetahui hal tersebut, sehingga saat malam harinya Abdul Rahman tiba di rumah sakit dan mengetahui kejadian itu, ia pun langsung meminta bayi yang sebelumnya telah disusui istrinya untuk dikembalikan karena tanpa persetujuannya.

Akhirnya, bayi yang sebelumnya dikembalikan kepada Ainun dikembalikan lagi kepada Risna Yanti, sementara bayi yang sebelumnya bersama Ainun yang sempat dikembalikan kepada istri Abdul Rahman akhirnya dikembalikan lagi kepada keluarga Zakaria, namun saat itu keluarga Zakaria memilih untuk mengembalikan bayi itu ke ruang perawatan bayi.

“Ini anak pertama saya, istri saya sudah menyusui bayi itu sejak hari Sabtu kemarin, tetapi sekarang pihak rumah sakit mengatakan bahwa itu bukan bayi kami karena ada bayi lain yang memiliki gelang atas nama istri saya. Mereka bahkan langsung main tukar saja tanpa pengetahuan saya. Makanya saya tidak setuju, soal nama digelang bayi yang saat ini berada sama kami, saya tidak dapat melihat jelas, soalnya tulisannya kabur,” sebut Abdul Rahman.

“Kami tidak tau kapan dan bagaimana itu bisa terganti, ini memang jelas kesalahan perawat, tetapi saya tidak tau apakah ini kesalahan yang sengaja atau bagaimana. Tetapi saya sangat kecewa, soalnya sampai saat ini belum ada seorangpun yang mau memberikan keterangan sama kami sampai saat ini,” sesal Abdul lagi.

“Kami berharap agar pihak rumah sakit ini bisa memberikan keterangan sama kami, memberikan petunjuk bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah ini. Memang menurut saya, bayi saya adalah bayi yang saat ini dirawat di ruang bayi, yang sempat diberikan kepada keluarga Pak Zakaria. Dan bayi yang saat ini ada sama kami adalah bayi dari keluarga Pak Zakaria, tetapi saya sangat menyayangkan kinerja rumah sakit ini, sampai-sampai istri saya menyusui yang bukan bayi kami sampai dua hari,” tambahnya.

Sementara keluarga Zakaria mengaku sampai saat ini pihak rumah sakit juga belum memberikan keterangan kepada mereka.

“Istri saya taunya pas melihat gelang bayi itu, namanya Risna Yanti, bukan nama istri saya. Makanya kami mengatakan bahwa itu bukan bayi kami,” sebut Zakaria yang mengaku bahwa ini adalah anak ketiganya.

“Saya yakin bahwa anak saya adalah yang sama keluarga Pak Abdul sekarang. Saya yakin sekali karena pertama lahir, saya langsung melihat anak saya, kilutnya agak gelap dan rambutnya agak tipis. Sementara bayi yang dikasih perawat sama saya itu rambutnya tebal dan kulitnya tidak terlalu gelap,” sebut Ainun yang masih menjalani perawatan di ruang Ar Raqib Kelas 3.

Edi Sipayung, selaku kuasa hukum rumah sakit tersebut membenarkan tertukarnya bayi itu, beliau juga menyebut bahwa pihak rumah sakit siap bertanggung jawab atas kecerobohan yang dilakukan tim medis itu.

“Benar tertukar, tetapi kita siap bertanggung jawab atas keejadian ini. Kalau kronologis pastinya, kenapa bayi itu bisa tertukar, saya kurang tau, yang mengetahui itu pastinya adalah medis yang menangani. Tetapi kita masih berupaya untuk menyelesaikan kasus ini,” sebutnya kepada wartawan, Senin (15/06/2015) siang.

Sayangnya, saat timbul pertanyaan kenapa bayi itu bisa tertukar, tidak ada pihak rumah sakit yang dapat memberikan keterangan tersebut.(ropen)

Foto|ist

News Feed