oleh

Diduga ‘Sarang Narkoba dan Tempat Mesum’,Warga Desak Polisi Razia Rumah Kost Ayen

OKEBUNG|
Keberadaan rumah kost-kosan milik pengusaha turunan etnis Tionghoa, Ayen (52) dan Lili (35) di Jalan Sei Kera Gang Rezeki C-.No.5 Kecamatan Medan Perjuangan selama ini ditentang warga setempat.

Pasalnya,rumah kost-kost-an tersebut diduga dijadikan sarang narkoba dan lokasi mesum pasangan diluar nikah.

Selain itu,pengelola rumah kost-an atas nama Acu (43) No 17 juga melakukan hal yang sama dengan menjadikan rumah kosannya diduga menjadikan lokalisasi prostitusi dan disinyalir dijadikan tempat penggunaan narkoba.

Tak hanya itu saja,dirinya juga mendirikan Tower Telkom diatas bangunan No 17 tersebut diduga dengan cara memalsukan puluhan tanda tangan warga sekitar hingga menyebabkan sejumlah warga keberatan.

Diketahui sebelumnya warga pernah melakukan aksi demo terkait atas keberatan dengan berdirinya Tower Telkom tersebut .

“Kami minta agar polisi dan pihak kecamatan menutup rumah kost tersebut,karena lokasi kost itu diduga dijadikan tempat peredaran narkoba dan ditengarai menjadi lokasi mesum pasangan diluar nikah,”ujar warga setempat,Uud kepada okebung.com.

Disebutkannya bahwa lokasi kost tersebut dikelilingi tempat ibadah dan tak pantas rumah kost itu berdiri dipemukiman warga dan mesjid.

“Apalagi dalam beberapa hari ini puasa ramadhan tentu sangat mengganggu umat muslim beribadah.Maka itu saya mewakili warga semua meminta Kapolresta Medan merazia lokasi kost itu,”pintanya.

Untuk itu, warga setempat berharap agar Camat Medan Perjuangan Deddy Jamiansyah Putra Harahap, S, STP, MAP untuk segera mengevaluasi kinerja Kepling Gang Rezeki A dan B atas nama Dr Icut.

Disamping itu juga di Gang Rezeki C Keplingnya atas nama Mustafa juga diduga ikut membeckingi kosan-kosan tersebut.

” Diakhir bulan Kepling Mustafa dan Icut melakukan pengutipan setiap tanggal 01 bulan muda berbentuk LKMD (Lembaga Keamanan Masyarakat Desa) sementara diketahui LKMD sudah di hapus sejak tahun 2011, tiba – tiba dapat muncul dengan memalsukan kupon berwarna kuning maupun merah jambu dan kupon tersebut dirubah dengan mencoret menggunakan penaa setelah itu memalsukan tanda tangan lurah dan camat setempat,”tegasnya.

Selain itu,kata Uud,pengangkatan kepling tersebut perlu dipertimbangkan,karena rumah tinggal kepling tidak dilingkungan setempat namun di lingkungan lain,”sebutnya.

Diketahui bahwa Kepling Dr Icut memiliki seorang anak berinitial Ja(20) dengan ciri-ciri berkulit warna putih,kurus dan berambut kriting yang diduga sebagai pemasok barang haram di kawasan tersebut dengan modus sebagai penjaga malam.

“Anak kepling itu diduga melakukan pengutipan liar (pungli) menerima setoran dari anak kosan tersebut agar anak kosan di bebaskan untuk membawa pasangannya kedalam kosan dengan membayar upeti sebanyak Rp 50.000 hingga Rp 100.000,”bebernya.

Maka itu,warga mendesak agar kepling dicopot dan lokasi kost tersebut dirazia.

”Kalau kepling tidak mau tahu dan melaksanakan tugasnya dengan baik, kami minta diganti saja oleh Camat,”ujar Uud (45).

Apabila pihak polisi tidak bertindak, maka kami akan menutup lokasi tersebut secara paksa.Lokasi kost sebanyak 10 tempat di Gang Rezeki A dan C harus ditutup.

”Apapun cerita dan resikonya, kepling harus berani menindak si pemilik kost-kosan yang milik warga turunan Tionghoa itu,”tegas salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurut sumber, abang pemilik rumah berinitial, Al (39) yang sekujur tubuhnya dipenuhi tatto diduga disebut-sebut sebagai pemasok barang haram di kos-kosan Gang Rezeki C No.5 tersebut.

Diketahui pria turunan Tionghoa itu sudah berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun menjalankan bisnis rumah kosan tersebut dan ironisnya Al yang dikenal sebagai bandar tersebut sudah pernah di gerebek pihak Poldasu sebelumnya dan diduga mempunyai becking oknum aparat yang bersebelahan dengan kost tersebut.

“Warga berharap agar pihak terkait secepatnya melakukan penggrebekan terhadap rumah kosan tersebut karena sudah sangat merasa resah dan merusak nama baik kampung tersebut apalagi ini menjelang bulan Suci Ramadhan,”pintanya.

Ironisnya,anak kosan tersebut keluar dari kosan dengan memakai pakaian yang tidak layak dengan menampakan buah dada dan paha.

“Warga yang berdomisi di kawasan tersebut Haji dan Haja mengharapkan agar izin rumah kosan yang telah menyalahi izin tersebut segera ditutup,”tegasnya. (Jek)

Foto:ist

News Feed