oleh

2014, Jumlah Tenaga Penyuluh di Sumut Jauh Lampaui Target

OKEBUNG|
Sepanjang tahun 2014, jumlah  tenaga penyuluh petani di Sumatera Utara bertambah signifikan menjadi 4.494 orang. Jumlah ini bertambah 2.000 orang dari yang ditargetkan sebagai upaya Pemerintah Provinsi mencapai target swasembada pangan nasional.

“Jumlah tenaga penyuluh yang di atas target itu menggembirakan apalagi penambahan itu sejalan dengan keberhasilan SDM (sumber daya manusia;red ) penyuluh,” kata Kepala Badan Pelaksana Koordinasi Penyuluhanan (Bakorluh) Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Sumut,  Bonar Sirait di Medan, Sabtu (27/12/2014).

Dia memberi contoh, jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan sistem kerja penyuluhan latihan, kunjungan, supervisi dan evaluasi (Lakususi) juga sudah terealisasi 100 persen atau di 33 kabupaten/kota Sumut.
 
Prestasi Sumut juga semakin terukur dengan berhasilnya Sumut memperoleh berbagai penghargaan . Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho, misalnya menerima penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Kemudian terpilihnya Balai Penyuluhan Kecamatan Airputih  Batubara sebagai terbaik  nasional.  Adapun penyuluh pertanian PNS Teladan tingkat nasional terpilih dari Kabupaten Simalungun yakni Tombang Sirait.  Sedangkan Timan dari Kabupaten Tapanuli Tengah terpilih sebagai petani terbaik tingkat nasional.

Prestasi lainnya, papar Bonar Sirait,  adalah  terpilihnya Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang menjadi 10 desa Peduli Kehutanan Tingkat Nasional.  Koperasi Serba Usaha Gapoktan Gundaling, dari Kabupaten Karo juga terpilih sebagai terbaik di Kelembagaan Ekonomi Petani Tingkat nasional.

 “Bakorluh Sumut  terus berupaya keras untuk terselenggaranya visi  2014-2018 badan itu  dimana terselenggaranya penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang efektif, efisien, akuntabel dan terkoordinsi untuk mewujudkan pelaku utama dan pelaku usaha yang berdaya saing dan sejahtera,”kata Bonar Sirait.

Adapun misi Bakorluh antara lain menumbuhkembangkan kelembagaan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang tangguh dan berkualitas serta nendorong partisipasi aktif pemkab/pemkot  dalam pelaksanaan penyuluhan.

“Seperti diketahui, tugas Bakorluh adalah memberikan pelayanan teknis dan administratif serta penyelenggaraan penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan,”katanya.

Dalam pencapaian visi dan misi itu sendiri, Bakorluh juga melakukan berbagai kegiatan pendukung.

Mulai dari pendampingan  penyuluhan di lapangan hingga ke luar kota seperti  mengikuti orientasi lapang petani Tembakau ke Jawa Timur,  identifikasi potensi wilayah dan agro ekosistem di wilayah binaan 33 kabupaten/Kota. Termasuk juga memfasilitasi balai penyuluhan pertanian percontohan, penyelenggaraan penyuluhan di desa binaan PKK Sumut 200 Penyuluh.

Bonar menegaskan, sejalan dengan program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Joko Widodo tiga tahun ke depan,  Bakorluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Sumut bersiap  menambah 200 tenaga penyuluh pertanian di tahun 2015. Penambahan penyuluh untuk membantu dan mendorong peningkatan hasil dan kualitas produksi pertanian Sumut yang dijadikan satu dari 12 provinsi penyumbang swasembada pangan nasional.

Untuk mendorong swasembada pangan nasional dalam tiga tahun ke depan, Pemprov Sumut ditugaskan membuka lahan tanaman padi seluas 8ribuan hektare dari 44ribuan hektare yang sudah ada. Namun, karena lahan tanaman padi di Sumut dinilai sudah cukup banyak, Sumut tahap awal tahun ini  hanya menyanggupi  membuka lahan baru padi seluas 2.860 hektar.

“Total  jumlah penyuluh di Sumut baik PNS , Tenaga Harian Lepas untuk sektor pertanian, perikanan dan  kehutanan itu memang terus bertambah dan melampau target.Tetapi masih perlu penambahan karena belum maksimal dengan program  satu desa satu penyuluh,”katanya.  

Di Sumut ada 5.768 desa, sedangkan jumlah penyuluh masih 4ribuan orang.  Apalagi, kata dia,hingga dewasa ini  belum  semua kabupaten/kota memiliki badan penyuluhan.

Menteri Pertanian, Amran  Sulaiman, sewaktu di Medan,beberapa pekan lalu,, menyebutkan, peran penyuluh harus ditingkatkan karena menjadi ujung tombak Pemerintah dalam program swasembada pangan tiga tahun ke depan. Menurut dia, dengan bantuan penyuluh membina dan menginformasikan hal hal penting terkait peningkatan produksi dan mutu hasil panen petani, maka swasembada pangan yang ditargetkan tiga tahun ke depan bisa lebih mudah dicapai,” katanya.(Dof)

News Feed