oleh

20 Ton Bawang Ilegal Asal Malaysia Diamankan Polresta Medan

OKEBUNG|
Petugas Sat Reskrim Polresta Medan. mengamanan truck BK 9946 DR,bermuatan 20 ton bawang merah ilegal asal Malaysia di Jalan Letda Sujono, Kel. Bandar Setia, Kec. Medan Tembung, Jum’at (19/06/2015) sekira pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, siang itu truck yang dikemudikan oleh Aidil (25) dan kernetnya Riki (21) warga Simpang Kawat, Kisaran, tanpa disadari telah dibuntuti oleh petugas kepolisian berpakaian preman yang berjumlah 4 orang.

Truck yang berisi 20 ton bawang merah tersebut dibawa dari Tj. Balai tujuan Medan, setibanya di pintu keluar tol Bandar Selamat, mereka langsung dipepet oleh petugas dan secara paksa memberhentikan mereka.

“Kami tadi baru saja keluar dari pintu tol Bandar Selamat bang, langsung di pepet kami sambil mengeluarkan lencana mereka bang. Dipaksa kami buka muatan kami ini bang, karena kami sama sekali gak bisa menunjukkan surat-surat jalan muatan bawang ini bang,” terang Riki.

Diduga bawang ilegal, akhirnya petugas langsung memboyong keduanya bersama barang bukti ke Jalan Adinegoro, Kec. Medan Timur.

Petugas pun langsung membawa Aidil ke Polresta Medan bersama 3 karung bawang sebagai sampelnya, sementara itu, Riki sebagai kernetnya berjaga di sekitar mobil tersebut.

“Kami bawa ini bawang dari pelabuhan Tj. Balai Asahan bang, Jum’at malam lah kami muatnya di pelabuhan kecil Tj. Balai. Dan tadi malam sekitar jam 2 kami berangkat ke Medan tujuannya ke pengangkutan Intan di Jalan Letda Sujono bang. Ini bawangnya dari Malaysia bang, baru sekali inilah kami bawa barang yang tak memiliki surat jalan bang. Aku gak tau pasti siapa pemilik bawang ini bang, dengar-dengar disana kan mafia semua bang, kayaknya barang kami ini cina yang punya bang,” ungkap Riki.

Masih kata Riki, bahwa dalam proses penangkapan tersebut, tak hanya polisi yang turut melakukan pengamanan. Bahkan Polisi Militer pun turut mengamankan mereka.

“Kami ada pengawasnya bang, tapi saat kami dipepet dan diperiksa, pengawas kami itulah yang bicara-bicara sama polisinya bang. Kami gak tau apa yang mereka bicarakan, gak lama pengawas kami itu pergi bang dan datang lagi PM dari belakang bang. Mereka paksa kami buka dan juga turut memboyong kami kemari,” tambah Riki.

Hingga saat ini, sopir pembawa bawang ilegal ini belum dapat diwawancarai lantaran masih dalam pemeriksaan di Polresta Medan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Aldi Subartono, ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sopir dan dokumen-dokumen pendukung lainnya.

“Masih diperiksa. Masih dicek dokumen pendukungnya,” singkat Aldi melalui sms.(ropen)

Foto :msc\

News Feed